Program Master of Information Technology SGU Fokus pada Transformasi Digital dan Analisis Malware




Rektor Swiss German University (SGU), Dr. rer. nat. Filiana Santoso memberikan sambutan di International Conference on Engineering and Information Technology for Sustainable Industry 2020 (ICONETSI 2020) dengan tema "Pemberdayaan Transformasi Digital Untuk Keberlanjutan Global", Senin, 28 September 2020
Rektor Swiss German University (SGU), Dr. rer. nat. Filiana Santoso memberikan sambutan di International Conference on Engineering and Information Technology for Sustainable Industry 2020 (ICONETSI 2020) dengan tema "Pemberdayaan Transformasi Digital Untuk Keberlanjutan Global", Senin, 28 September 2020 (KalderaNews/JS de Britto)

TANGERANG, KalderaNews.com – Rektor SGU, Dr. rer. nat. Filiana Santoso mengatakan kerjasama penelitian antara SGU dan BSSN menghasilkan produk atau layanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi sensor honeypot telah menghasilkan portal di honeynet.bssn yang menginformasikan kepada publik tentang ancaman umum atau serangan malware di Indonesia, termasuk sumber serangannya.

“Harapan kami, penelitian tentang sensor honeypot akan menghasilkan produk atau layanan yang dapat membantu komunitas keamanan dunia maya untuk mendeteksi ancaman baru yang tidak diketahui,” ujar Filiana dalam sambutan penandatanganan perjanjian kerja sama riset implementasi honeyspot sebagai sensor deteksi malware antara Swiss German University (SGU) dan Badan Siber Sandi Negara (BSSN) pada Senin, 21 Desember 2020.

Ia mengatakan program studi Master of Information Technology Swiss German University memiliki tujuan untuk menciptakan arsitek transformasi digital dan melakukan penelitian tentang analisis malware.

BACA JUGA:

Selain itu, SGU juga memiliki SOC (Security Operation Center) yang akan digunakan untuk melakukan penelitian terhadap ancaman keamanan siber dengan data nyata dari SGU dan institusi lain.

Dengan SGU SOC, mahasiswa dapat mempelajari keterampilan yang sebenarnya dalam melakukan respon insiden keamanan. Saat ini SGU sedang bekerjasama dengan Pemprov DKI untuk melakukan penelitian di bidang SOC ini.

“Saya percaya kerjasama antara BSSN dan SGU yang sudah berlangsung beberapa tahun tidak akan berhenti sampai di sini, akan tetapi akan berkesinambungan dan mencakup aspek serta bidang ilmu lain,” kata Filiana.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Keamanan Siber BSSN, Dra. Rr. Retno Artinah S., mengatakan kegiatan riset bersama dengan SGU merupakan rangkaian dari kegiatan Pengkajian Malware Analysis for Threats Intelligence and Detection System yang dilaksanakan pada tahun 2020.

Dalam bidang pengkajian dan pengembangan, BSSN memiliki keinginan yang tinggi dalam memajukan pengkajian dan pengembangan tentang honeypot sebagai sensor deteksi malware. Perjanjian ini merupakan rancang bangun kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2021.

“Tidak menutup kemungkinan di tahun berikutnya kita dapat memperpanjang kerjasama ini dengan melihat perkembangan yang terjadi dalam pelaksanaan riset bersama pada tahun 2021 yang akan berjalan,” tandasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*