Ini Sebaran 1.743 Sekolah di Jabar yang Siap Pembelajaran Tatap Muka

Simulasi Sekolah Tatap Muka di SMPN 1 Surabaya
Simulasi Sekolah Tatap Muka di SMPN 1 Surabaya (KalderaNews/Disdik Surabaya)

BANDUNG, KalderaNews.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi menegaskan pembelajaran tatap muka di beberapa sekolah di Jawa Barat (Jabar) sudah bisa dilakukan secara bertahap dengan prinsip sukarela, tidak wajib dan diterapkan secara parsial.

“Kenapa dilakukan parsial? Karena ada tahapan-tahapan yang akan dilakukan sekolah (untuk pembelajaran tatap muka). Seperti verifikasi di level pengawas dan kantor cabang dinas (KCD) dan akan meminta rekomendasi serta izin (pembelajaran tatap muka) kepada bupati/wali kota sebagai ketua satgas covid di tingkat kabupaten/kota,” terangnya di Bandung pada Senin, 4 Januari 2021.

Kadisdik menjelaskan, berdasarkan survei melalui dapodik, ada 1.743 sekolah (34,89%) sekolah yang siap melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, itu hanya dalam tahap pertama, yakni kesiapan sekolah.

BACA JUGA:

Saat ini, ungkap Kadisdik, berdasarkan laporan Disdik kabupaten/kota di Jabar, ada 12 kabupaten/kota pembelajaran tatap muka secara parsial yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perkembangan Covid-19 di wilayah tersebut, yaitu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Subang, Kota Banjar, Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi.

“Parsial itu misalnya, di satu kabupaten ada kecamatan yang harus tatap muka, tapi ada juga yag belum diizinkan tatap muka,” jelasnya.

Sedangkan 15 kabupaten/kota lainnya menetapkan melanjutkan pola belajar dari rumah (BDR), seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

“Kabupaten/kota yang memilih BDR akan melakukan evaluasi kembali perkembangan Covid-19 di awal Februari 2021,” ungkapnya.

Kadisdik menegaskan, apapun pola pembelajarannya, satuan pendidikan di Jabar telah siap menyelenggarakan pembelajaran pada 11 Januari 2021. Terlebih, pihaknya sudah meluncurkan Kurikulum Masagi, yakni implementasi kurikulum nasional berbasis karakter dan based learning dengan kearifan lokal Jawa Barat.

Kurikulum Masagi, menurut Kadisdik, memberikan fleksibilitas antara kurikulum nasional dan daerah. Fleksibilitas tersebut juga akan memudahkan pembelajaran di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*