Nadiem Makarim: Inilah Delapan Fokus Merdeka Belajar Tahun 2021

Mendikbud Nadiem Makarim. (Dok. Kemendikbud)
Mendikbud Nadiem Makarim. (Dok. Kemendikbud)

JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyatakan, Merdeka Belajar 2021 berfokus pada delapan prioritas. Hal tersebut disampaikan Nadiem Makarim dalam acara Taklimat Media Awal Tahun 2021 secara daring.

BACA JUGA:

Delapan prioritas tersebut adalah:

Pembiayaan pendidikan

Pembiayaan pendidikan menyasar ke Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan target 1,095 juta mahasiswa dan KIP Sekolah dengan target 17,9 juta siswa. Selain itu, ada layanan khusus pendidikan masyarakat dan kebencanaan dengan target 42.896 sekolah, ada tunjangan profesi guru dengan target 363 ribu guru, dan pembinaan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
“Ada bantuan pemerintah kepada 13 SILN dan 2.236 lembaga,” ungkap Nadiem Makarim.

Program digitalisasi sekolah

Program digitalisasi sekolah dan medium pembelajaran melalui empat sistem penguatan platform digital, dan delapan layanan terpadu Kemendikbud, kehumasan dan media. “Ada 345 model bahan ajar dan model media pendidikan digital, serta penyediaan sarana pendidikan bagi 16.844 sekolah,” papar Nadiem.

Pembinaan peserta didik, prestasi, talenta, dan penguatan karakter

Prioritas ini akan diciptakan melalui tiga layanan pendampingan advokasi dan sosialisasi penguatan karakter. “Juga dengan pembinaan peserta didik oleh 345 pemerintah daerah, serta peningkatan prestasi dan manajemen talenta kepada 13.505 pelajar,” sebutnya.

Guru penggerak dan rekrutmen guru PPPK

Kemendikbud menargetkan melakukan pendidikan kepada 19.624 guru penggerak di tahun ini. Lalu akan ada sertifikasi terhadap 10 ribu guru dan tenaga kependidikan. “Tak lupa, ada rekrutmen guru PPPK oleh 548 pemerintah daerah, serta penjaminan mutu, sekolah penggerak, danorganisasi penggerak kepada 20.438 orang guru,” ujar Nadiem Makarim.

Peningkatan kurikulum dan asesmen nasional

Kemendikbud akan melakukan pelatihan kurikulum baru kepada 62.948 guru dan tenaga kependidikan. “Kami juga mendampingi implementasi kurikulum dan asesmen di 428.957 sekolah, mengembangkan 4.515 model kurikulum dan perbukuan, dan akreditasi dan standar nasional pendidikan di 94.912 lembaga,” ucap Nadiem.

Merevitalisasi pendidikan vokasi

Kemendikud akan merevitalisasi 900 SMK yang berbasis industri 4.0, akan melakukan dukungan dan percepatan link and match dan kemitraan dengan 5.690 orang dan 250 dunia usaha dan dunia industri (DUDI), dukungan pencapaian indeks kinerja utama pada 47 Perguruan Tinggi Negeri Vokasi, akan melakukan pendidikan kecakapan kerja dan pendidikan kecakapan kewirausahaan kepada 66.676 orang, penguatan pendidikan tinggi vokasi pada 200 program studi, sertifikasi kompetensi kepada 300 orang dosen, penguatan pendidikan PNBP/BLU kepada 75 perguruan tinggi, dan penguatan sarana prasarana di delapan perguruan tinggi.

Kampus Merdeka

Kemendikbud mendukung sepenuhnya pencapaian indeks kinerja utama (IKU) bagi 75 PTN (BOPTN), peningkatan kelembagaan pendidikan tinggi, competitive fund dan matching fun bagi Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta, peningkatan kualitas SDM, peningkatan kualitas pembelajaran dan kemahasiswaan sehingga tercipta 50 ribu mahasiswa berwirausaha 400 ribu mahasisa Kampus Merdeka, 660 program studi terkait inovasi pembelajaran digital, serta pengembangan kelembagaan perguruan tinggi.

Memajukan kebudayaan dan bahasa

Kemendikbud akan memberikan apresiasi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepada 5.225 orang di 994 satuan pendidikan. Kemendikbud juga akan mengadakan kegiatan dan program publik dengan sasaran 619.515 orang, 450 layanan, 352 kegiatan dan satu platform holistik, serta pengelolaan cagar budaya dan warisan budaya takbenda pada 72.305 unit.

Kemendikbud pun akan melakukan penguatan desa dan fasilitas bidang kebudayaan kepada 359 desa dan 260 kelompok masyarakat, serta layanan kepercayaan dan masyarakat adat kepada 1.031 orang di 25 wilayah adat.

“Kami menyasar pembinaan bahasa dan sastra bagi 4.117 penutur bahasa, pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra bagi 200 lembaga, dan lainnya,” ucap Nadiem Makarim.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*