Mau Kuliah di Jerman? Yuk Simak Seluk Beluk Kuliah di Negeri Panzer




Info Session & Alumni Sharing dengan tema “Study in Germany” yang diadakan secara daring. (KalderaNews.com/Dok.DAAD)
Info Session & Alumni Sharing dengan tema “Study in Germany” yang diadakan secara daring. (KalderaNews.com/Dok.DAAD)

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar Info Session & Alumni Sharing dengan tema “Study in Germany” secara daring.

Muji Rahayu selaku Program Officer Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) membeberkan, kesempatan belajar dan meraih beasiswa untuk studi di Jerman. Ia juga menjelaskan, sistem pendidikan tinggi di Jerman memiliki tiga tipe pendidikan.

BACA JUGA:

Pertama university, tipe ini lebih berorientasi pada riset dan menawarkan berbagai macam program studi yang fokus pada penelitian, pengembangan teori, dan metodologi.

Kedua, university of applied sciences, dimana mayoritas dan orientasi lebih pada praktik dan pembuatan atau pengelolaan aplikasi.

Ketiga, colleges of arts and music, tipe ini lebih fokus pada bidang seni.

“Pemerintah Jerman juga memberikan beasiswa untuk berkuliah di Jerman, salah satunya melalui lembaga DAAD. Jumlah mahasiswa penerima beasiswa DAAD selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indonesia termasuk 25 besar negara penyumbang mahasiswa asing di Jerman,” kata Muji Rahayu.

Sementara, Dr. Gregorius Sri Wuryanto dari UKDW Yogyakarta membagikan pengalamannya selama menyelesaikan studi di Jerman. Gregorius mendapatkan beasiswa DAAD periode 2010-2014 untuk program doktoral.

“Kunci untuk menyelesaikan studi adalah topik penelitian harus sudah matang dan sesuai dengan bidang ilmu professor terkait. Selain itu penguasaan bahasa Jerman juga harus diperhatikan,” kata Gregorius.

Dr. Shiska Prabawaningtyas dari Universitas Paramadina yang juga alumni Jerman menambahkan bahwa standar sistem pendidikan Jerman sangat ketat, maka kelengkapan dokumen harus diperhatikan.

Sedangkan Dr. Bambang Susanto dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hamburg mengatakan, pada umumnya orang Jerman suka dengan orang Indonesia yang ramah dan multietnis.

“Saya pernah menerima mahasiswa magang di KJRI. Maka, silakan mengajukan untuk magang di KJRI. Perwakilan pasti bisa menerima tetapi memang tidak ada kompensasi apapun seperti honor. Kami akan sediakan tempat dan kesempatan untuk aktif di kegiatan-kegiatan KJRI. Silakan kirim surat dari institusi dan sampaikan keinginannya,” kata Bambang.

Info Session & Alumni Sharing ini merupakan rangkaian Edu Fair 2021 yang digelar secara daring hingga 12 Maret 2021. Edu Fair ini diadakan Kantor Urusan Internasional (KUI) Indonesia bersama 13 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tergabung dalam forum KUI Indonesia.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*