Begini Kisah Survive SMK Strada Daan Mogot di Tengah Tuntutan Kompetensi pada Masa Pandemi Covid-19

Pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) program keahlian Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) di SMK Strada Daan Mogot
Pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) program keahlian Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) di SMK Strada Daan Mogot (KalderaNews/Dok. SMK Strada Daan Mogot)

JAKARTA, KalderaNews.com – Ada kesan istimewa bagi peserta didik SMK Strada Daan Mogot yang baru-baru ini berhasil melalui Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) program keahlian Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Sebanyak 26 siswa OTKP sukses mengikuti UKK selama 2 hari pada 22-23 April 2021 lalu.

Pelaksanaan UKK di tengah masa pandemi telah mendapat izin dari pihak-pihak berwenang sehingga SMK Strada Daan Mogot berani mengambil langkah untuk dilaksanakan secara luring. Adapun penguji yang dihadirkan merupakan Assisten Manager Kepegawaian dari Indonesia Toray Sintetic (ITS).

Pelaksanaan UKK tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan siswa yang hadir ke sekolah dipastikan dalam keadaan sehat, demikian juga sekolah dalam kondisi steril sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa.

BACA JUGA:

Ketua Jurusan OTKP SMK Strada Daan Mogot, Lambue Sofia Simamora, S.Pd menegaskan pelaksanaan UKK tahun 2021 ini merupakan UKK yang sangat berbeda dari tahun sebelumnya.

Pandemi memaksa siswa maupun guru untuk beraktivitas melalui pembelajaran jarak jauh. Hal ini tentu membuat siswa dan guru kesulitan dalam belajar. Apalagi sekolah kejuruan mempunyai tuntutan kompetensi yang harus dicapai.

“Namun puji Tuhan siswa Damos berhasil survive di tengah situasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Kelas XII OTKP Valen Valerian mengakui semua materi yang dipelajari sejak kelas X hingga kelas XII berhasil memudahkan saat menghadapi UKK.

Senada diungkapkan Kezia Yemima bahwa menjadi siswa OTKP yang lulus di tahun ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Mungkin bagi sebagian orang, belajar dan belajar adalah sebuah proses yang membosankan.

Namun justru beda yang dirasakan oleh Kezia. Menurutnya, nilai bukan satu-satunya target capaian, tetapi ada juga pembentukan karakter. Karakter yang baik akan mengantarkan output Damos yang berkualitas dan siap terjun ke dunia kerja.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*