Tim Kebumian Indonesia Baru Bisa Bawa Pulang Medali Perunggu dan Perak dari IESO 2021




International Earth Science Olympiad (IESO) 2016
International Earth Science Olympiad (IESO) 2016 (KalderaNews/IESO 2016)

JAKARTA, KalderaNews.com – Tim Indonesia belum meraih prestasi yang maksimal di The 14th International Earth Science Olympiad (IESO) atau Olimpiade Kebumian Internasional tahun 2021 yang diselenggrakan secara daring dari Tyumen, Siberia, Russia 25-30 Agustus 2021.

IESO adalah ajang kompetisi siswa pra-perguruan tinggi (sekolah menengah) untuk bidang ilmu kebumian yang meliputi pengetahuan mengenai geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi) dan astronomi.

Kegiatan ini dipayungi oleh International Geoscience Education Organization (IGEO) yang merupakan suatu organisasi internasional dengan anggota para pendidik/organisasi/institusi pendidikan ilmu kebumian di seluruh dunia baik untuk tingkat pra-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi.

BACA JUGA:

Pada IESO 2021 Tim Kebumian Indonesia terdiri atas delapan siswa dari tujuh kota, tiga di antaranya adalah siswa madrasah.

Mereka adalah Andrereza Medya Endrikaputra (MAN Insan Cendekia Lampung Timur, Lampung), Hilman Agung Saputra (MAN 2 Kota Malang Jawa Timur), Rani Saraswati (MAN 2 Kota Malang Jawa Timur), Eillen Theodora (SMAK Petra 2 Surabaya Jawa Timur), Sean Matthew (SMAK Petra 2 Surabaya), Tania Cresentia (SMA Kristen Immanuel Pontianak), Iqbal Rakha Perdana (SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo Jawa Tengah), dan Glady Sajidah Zahra (SMA Kesatuan Bangsa Bantul D.I Yogyakarta).

Terdapat beberapa perlombaan yang harus diikuti oleh peserta dari setiap negara, yakni Data Mining Test, National Version of Team Field Investigation, Earth System Project dan Mission to Mars.

Sayangnya, tim ini baru bisa membawa medali perunggu dan perak di ajang IESO 2021.

Tiga medali perak dengan predikat very good diraih oleh Sean Matthew, siswa SMAK Petra 2 Surabaya; Iqbal Rakha Perdana, siswa SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo; dan Glady Sajidah Zahra, siswa SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta. Sementara itu, empat medali perunggu dengan predikat good diraih oleh Eillen Theodora, siswa SMAK Petra 2 Surabaya; Andrereza Medya Endrikaputra, siswa MAN Insan Cendekia Lampung Timur; Hilman Agung Saputra, siswa MAN 2 Kota Malang; dan Tania Cresentia. Siswa SMAK Immanuel Pontianak.

Tujuh medali ini, diraih tujuh siswa pada kategori lomba Data Mining Test (DMT). Tes ini merupakan uji kemampuan siswa di antaranya tes tertulis dan tes praktik di lapangan secara virtual. Tes ini lebih menekankan pada penalaran siswa dalam mempraktikkan pemahaman teoretis dalam ilmu kebumian untuk kasus tertentu. Kasus yang diangkat pada tes ini adalah mengenai aktivitas vulkanik Gunung Etna di Italia dan deposit bauksit di Provence, Prancis.

Sementara itu, Rani Saraswati, siswa MAN 2 Kota Malang; Andrereza Medya Endrikaputra, Hilman Agung Saputra, Eillen Theodora, dan Tania Cresenti, berhasil meraih predikat good sebagai National Team Field Investigation. Selain itu, Rani Saraswati dan Sean Matthew juga berhasil meraih penghargaan dengan predikat good untuk lomba Earth System Project (ESP).

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*