Dear Milenial, Inilah Cara Melawan Pelecehan Seksual di Media Sosial




Ilustrasi: Ancaman kejahatan seksual dan cyberbullying pada anak melalui media sosial. (Ist.)
Ilustrasi: Ancaman kejahatan seksual dan cyberbullying pada anak melalui media sosial. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Maraknya kasus kekerasan seksual harus membuka mata kita semua bahwa ancaman pelecehan seksual dapat menyasar siapa saja, di mana saja. Termasuk di media sosial. Berkembangnya teknologi memberikan konsekuensi pada kita untuk berkomunikasi di dunia dengan dengan mudah dan cepat melalui media sosial.

Sayangnya, tidak semua pengguna media sosial memahami sepenuhnya bahwa terdapat aturan dan etika yang harus dipenuhi dalam bermedia sosial. Pelecehan seksual online atau yang disebut juga dengan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) kerap menghampiri kita.

BACA JUGA:

Jenis pelecehan seksual online ini dapat berbentuk doxing atau penyebaran konten pribadi tanpa izin, flaming atau ajakan maupun ancaman untuk berhubungan seksual melalui DM, dan juga honey trapping atau menjebak korban untuk mendapat keuntunagn matei atau politis.

Inilah cara melawan pelecehan seksual di media sosial yang harus kamu pahami.

Gunakan fitur report atau lapor

Saat kamu menerima DM atau pesan prbadi berupa kata-kata atau ajakan bermuatan seksual, manfaatkan fitur-fitur yang sudah disediakan pada masing-masing platform media sosial. Setiap kali membua akun media sosial, pastikan kamu mempelajari fitur-fitur ini. manfaatkan pada saat yang tepat.

Jangan dibalas

Hindari membalas komentar-komentar pelecehan yang muncul di beranda maupun di pesan pribadi. Memang kesal rasanya bila membaca komentar warganet yang menulis komentar seksis maupun bernada seksual, dan membuat kita untuk membalas komentar tersebut. Bila kamu terjebak di dalam hal ini, justru kamu akan masuk dalam lingkaran setan yang akan memperburuk masalah dan memperkeruh suasana bagi korban saat mereka minta bantuan hukum.

Beri tindakan tegas

Berikan tindakan tegas untuk mengedukasi warganet lainnya bahwa melakukan pelecehan seksual online adalah tindakan mengganggu. Salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan membuat story tentang pelaku dan apa yang dilakukannya. Terutama bila apa yang dilakukan bermuatan seksual dan melecehkanmu.

Kumpulkan bukti

Jangan lupa ambil tangkapan layar atau screencapture dan kumpulkan semuanya sebagai bukti. Dari hal yang kamu anggap ringan hingga bila hal tersebut makin bertambah parah. Para saat yang sama, kekerasan atau kejahatan online mempunyai karakteristik cepat menyebar tetapi susah dicek jejaknya, dan sangat mungkin pelaku menghapus bila telah menyebar. Oleh karena itu, kumpulkan bukti untuk berjaga-jaga bila kamu akan mengajukan tuntutan.

Laporkan dan cari bantuan

Pelecean seksual termasuk dari 15 bentuk kekerasan seksual menurut Komnas Perempuan yang dapat mengakibatkan trauma prikis. Selain melaporkannya ke lembaga hukum, kamu dapat juga mengadukannya ke Komnas Perempuan. Kamu juga dapat minta bantuan pemulihan bila diperlukan.

Itulah lima cara melawan pelecehan seksual online yang juga marak terjadi melalui media sosial. Yuk, kita makin waspada dan menggunakan internet beserta media sosial makin bijak dan bajik!

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*