BMKG: Es di Puncak Jaya Papua akan Hilang pada 2025 karena Pemanasan Global




Puncak Jaya di Papua. (Ist.)
Puncak Jaya di Papua. (Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gletser atau lapisan es di Puncak Jaya, Papua, akan hilang atau mencair keseluruhan pada 2025.

Kepala Departemen Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan mengatakan, “Salju di Puncak Jaya akan segera hilang. Penyebabnya pemanasan global.”

Gletser tropis di Puncak Jaya merupakan salah satu dari segelintir kejadian alam yang tersisa di dunia. Tetapi, gletser ini telah kehilangan lapisan dan ketebalan es yang cukup cepat dalam dua dekade terakhir.

BACA JUGA:

Dodo Gunawan menjelaskan bahwa gletser di Puncak Jaya Papua adalah sisa dari gletser yang telah ada selama sekitar 5.000 tahun.

“Ini adalah salah satu dari sedikit gletser tropis yang tersisa, selain di Amerika Selatan dan Afrika,” ujar Dodo Gunawan.

Meskipun gletser telah mencair selama bertahun-tahun, namun peningkatan suhu global dan berkurangnya curah hujan terus mempercepat penipisan gletser.

Hal ini pun diperparah dengan fenomena El Nino atau fenomena yang menyebabkan air laut tropis dan suhu atmosfer menjadi lebih hangat.

Pada tahun 1850, luas total gletser di pegunungan Puncak Jaya diperkirakan sekitar 20 kilometer persegi.

Ketebalan gletser telah menurun sejak 2010 ketika berada di 32 meter, dan menjadi 22 meter pada 2016.

Pada 2021, ketebalan es menipis sekitar delapan meter. Dan diperkirakan pada tahun 2025, gletser akan menghilang.

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*