5 Strategi Transformasi Pengawas Sekolah saat Menjalankan Tugas

Guru Madrasah (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Guru Madrasah (KalderaNews.com/Ist.)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Kualitas sekolah juga ditentukan oleh fungsi pengawasan yang rutin. Nah, inilah transformasi pengawas sekolah yang mesti diterapkan dalam menjalankan tugasnya.

Pengawas sekolah adalah seseorang yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh untuk melaksanakan fungsi pengawasan dengan melakukan kegiatan pendampingan dalam peningkatan kualitas pembelajaran pada satuan pendidikan.

Maka, kehadirannya tak kalah penting dalam komunitas sekolah.

Bahkan, perannya dibahas secara tersendiri dalam Perdirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbudristek No. 4831/2023.

Dalam event Pekan Temu Pendidik Nusantara X yang berlangsung beberapa waktu lalu, praktisi pendidikan Bukik Setiawan membeberkan 5 strategi dan cara teknis untuk meningkatkan kualitas pengawas.

Prinsip tersebut perlu diberlakukan sepanjang tahun oleh pengawas dalam masa baktinya.

BACA JUGA:

Berikut ini 5 strategi dan cara teknis untuk meningkatkan kualitas pengawas sekolah:

Memanusiakan Hubungan

Dalam menjalankan tugas, pengawas harus tetap membangun relasi dan percakapan kepada warga sekolah. Hubungan tersebut tidak hanya atas nama jabatan tetapi untuk pendidikan yang lebih maju. 

Ini dilakukan karena jika hubungan atas nama jabatan maka relasinya akan kaku dan terasa formal. Sehingga apa yang disampaikan kurang bisa diterima dengan baik oleh warga sekolah. 

Memahami Konsep

Strategi lainnya adalah pengawas harus bisa memahami konsep esensial dari proses transformasi pembelajaran. Jadi dalam menjalankan tugas jangan hanya berfokus ke aspek kelengkapan administrasi saja. 

Membangun Relasi

Ketika dua langkah di atas sudah dilakukan maka pengawas perlu membangun relasi yang lebih intens. Cara membangunnya bisa dengan mengakui praktik baik yang telah berhasil atau tidak. 

Bagi yang tidak berhasil maka pengawas perlu memberikan saran atau kritik yang sifatnya membangun. Tujuannya untuk melakukan perbaikan ke depan berdasarkan umpan balik dari semua pihak. 

Memilih Tantangan

Dalam proses transformasi, pengawas juga harus berani memberi arahan yang sesuai. Bentuk arahan ini harus bersifat realistis dengan sasaran yang tinggi dalam mencapai mutu pendidikan terbaik. 

Memberdayakan Konteks

Bentuk strategi yang lain bisa juga dengan memperlakukan warga sekolah sebagai rekan seperjuangan. Anggaplah mereka yang menjadi pengaplikasi dari semua ide yang ada pada Anda. Tujuannya adalah untuk mencapai cita-cita pendidikan yang berpihak kepada anak. 

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*