YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Universitas Widya Mataram (UWM) gelar Diskusi Terbatas Outlook bertema Ekonomi Politik Sosial Hukum Budaya Pertahanan dan Keamanan Indonesia 2024.
Acara ini dihadiri oleh para Wakil Rektor dan Dekan di lingkungan UWM, peminat kajian ekonomi politik sosial dan hukum.
BACA JUGA:
- Seminar Nasional Sanata Dharma Singkap Keprihatinan Realitas Kemanusiaan di Tengah Beragam Ancaman
- Dongkrak Kompetensi SDM Tanah Air, SGU-PIDI 4.0 Gelar Seminar dan Kompetisi Nasional
- Fakultas Farmasi Unwahas Gelar Seminar Internasional yang Fokus Tangani Soal Kanker
Selain itu, acara juga dihadiri delegasi dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia Daerah (Kadinda) dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DI Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan secara daring dan luring.
Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. yang merupakan Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Republik Indonesia hadir menjadi narasumber.
Selain itu, ada juga Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, Ak., CA yang merupakan dosen STIE YKPN Yogyakarta yang menjadi narasumber.
Kemudian Dr. Roni Sulistyanto Luhukay, S.H., M.H. yang merupakan dosen Fakultas Hukum UWM serta Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. yang merupakan Wakil Rektor III UWM juga turut menjadi narasumber.
Pertumbuhan ekonomi akan dipengaruhi situasi politik 2024
Rektor UWM dalam pemaparannya menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia, khususnya dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi, akan banyak dipengaruhi situasi politik 2024.
Terutama pada situasi Pemilihan Umum, baik untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) yang akan berlangsung 14 Februari 2024.
“Para pelaku ekonomi, utamanya pemilik modal baik dari dalam maupun luar negeri, masih akan wait and see, akan melihat siapa Presiden yang akan terpilih, dan bagaimana kebijakan ekonomi yang ditempuh. Demikian pula Parpol yang menang akan menjadi perhatian juga, walaupun pengaruhnya tidak sebesar Presiden. Demikian pula pelaksanaan pemilunya, apakah lancar, atau sebaliknya chaos, menjadi perhatian investor,” ungkapnya.
Suparman Marzuki dalam penyampaian materinya mengemukakan bahwa demokrasi Indonesia mengalami penurunan, di dalamnya termasuk perlindungan hak sipil dan politik.
“Tingkat korupsi tinggi, terjadi penurunan fasilitatif hukum, memfasilitasi perkembangan ekonomi, politik, budaya. Represivitas hukum di Indonesia masih terlalu dominan. Masa depan sangat tergantung dengan presiden yang akan datang,” kata Suparman.
Sementara Wing Wahyu Winarno dalam kesempatan ini menyatakan bahwa literasi digital di Indonesia masih rendah.
“Teknologi Finansial semakin memudahkan, seperti OVO, GoPay, KAI-Pay, dan QRIS (baik yang statis maupun dinamis). Cara berdagang model baru, ada reseller, dropshipper, paylater, preorder. Banyak prediksi dalam 3-5 tahun ke depan, ada 65 persen jenis pekerjaan baru yang saat ini tidak ada,” ungkap Winarno.
Adapun Puji Qomariyah dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa Pemilu 2024 diperkirakan akan menjadi Pemilu yang sangat dinamis dan kompetitif.
“Pemilu 2024 akan menjadi tonggak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. Hasil pemilu ini akan menentukan arah politik Indonesia di masa depan,” ungkap Puji.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply