
JAKARTA, KalderaNews.com – Kemendikti Saintek menyatakan bahwa program Kampus Merdeka sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri dan capaian pembelajaran, serta berbiaya mahal.
Kemendiktisaintek menemukan ada banyak program yang dinilai sudah tidak relevan dan menelan biaya tinggi tanpa hasil yang proporsional.
“Eksposur ke dunia industri memang bagus, tapi masih banyak yang kurang relevan. Ada pula isu pendanaan dan pengawasan,” papar Sekjen Kemendiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang.
BACA JUGA:
- Ganti Lagi! Selamat Tinggal Kampus Merdeka, Selamat Datang Kampus Berdampak!
- Wow! Sekolah Milik Pejabat Ini Dominasi Beasiswa Indonesia Maju, Apa Kata Kemendikti Saintek?
- Beasiswa Garuda Kemendikti Saintek 2025 Dibuka, Bisa Kuliah S1 ke Luar Negeri Gratis!
MBKM tidak relevan dan berbiaya mahal
Temuan tersebut setelah Kemendikti Saintek menggelar kajian dan evaluasi terhadap pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kajian tersebut, kata Togar, dilakukan lewat diskusi kelompok terpimpin, dan laporan dari pelaksanaan di berbagai kampus.
Meski tidak berbentuk survei menyeluruh, kajian ini melibatkan para pakar serta disandingkan dengan hasil serta dana yang telah dikeluarkan.
“Kajian ini hanya untuk kalangan internal saja, karena sifatnya penyampelan dan pendapat para pakar, bukan survei yang menyeluruh,” ujar Togar.
Togar memberikan contoh program magang internasional yang menelan anggaran besar, tetapi tidak secara signifikan memberikan dampak pada kompetensi mahasiswa atau keterkaitannya dengan kebutuhan nasional.
Diganti Kampus Berdampak
Maka, Kemendikti Saintek kini mendorong arah baru pengembangan pendidikan tinggi lewat konsep Kampus Berdampak.
Konsep ini, kata Togar, menekankan kontribusi langsung perguruan tinggi pada pemecahan masalah di masyarakat dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kampus pun diharapkan menjadi agen perubahan sosial lewat riset, pengabdian, serta kolaborasi lintas sektor, bukan sekadar pelaksana kurikulum fleksibel seperti MBKM.
“Perbedaan nyata dari tujuannya, yakni Kampus Berdampak mendorong perguruan tinggi menjadi aktor pemecahan masalah nyata di masyarakat. Sedangkan Kampus Merdeka lebih menekankan kebebasan dalam proses pembelajaran,” papar Togar.
Melalui arah baru ini, pemerintah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan untuk pendidikan tinggi benar-benar berdampak, baik pada mahasiswa dan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply