9 Dosen Demo di Kemendikti, Buntut Mandeknya Beasiswa Pendidikan Indonesia, Ada Apa Sih?

Sejumlah dosen penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia Pathway unjuk ra Kemendikti. (dok.penerimaBP)
Sejumlah dosen penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia Pathway unjuk ra Kemendikti. (dok.penerimaBP)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Sembilan dosen berunjuk rasa di Kemendikti Saintek, Senin 26 Mei 2025, gegara Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) luar negeri mandek!

Mereka mewakili 42 dosen penerima program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Pathway Luar Negeri 2024.

Para dosen ini terancam gagal menempuh program doktor atau S3 ke Amerika Serikat karena ternyata anggarannya tidak ada.

BACA JUGA:

Mohon berikan hak kami!

“Kementerian lama sekali menggantung posisi kami. Jadi kami sudah minta kejelasan tapi tidak diberikan,” ujar koordinator penerima BPI, Adrian Damora.

Para dosen berdiri di depan papan karangan bunga yang diletakkan di depan pintu gedung Kementerian.

“Mohon berikan hak kami. Jangan alihkan anggaran beasiswa S3 kami,” demikian kalimat dari salah satu karangan bunga.

Adrian menyatakan, mandeknya persiapan program BPI sejak Januari 2025 menjadi sebuah ironi. Padahal, Kementerian telah meluncurkan program beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Angkatan IX.

Nah, mandeknya program beasiswa gegara Usaid States Agency for International Development (USAID) menghentikan dana sponsor akibat kebijakan Presiden Donald Trump.

Sejak saat itu, 42 dosen dari Aceh sampai Papua mesti mempersiapkan tes bahasa Inggris secara mandiri per Januari 2025.

Adrian memperkirakan biaya yang dikeluarkan untuk persiapan tes bahasa Inggris sekira Rp8-10 juta per orang.

Sebagian dari dosen itu pun sudah mengantongi surat penerimaan atau letter of acceptance (LoA) dari kampus tujuan di Amerika Serikat.

“Tapi, sampai sekarang kami belum mendapatkan letter of guarantee, sehingga tidak bisa mengurus visa dan sebagainya,” papar Adrian.

BPI Pathway justru dihentikan

Sementara, di pertemuan virtual dengan Pusat Pembiayaan dan Asessmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdikti Saintek pada 19 Mei 2025, Adrian menyatakan, pemerintah justru mengumumkan bahwa program BPI Pathway dihentikan lantaran tak ada anggaran.

“Terlepas dari USAID yang menghentikan sponsor untuk persiapan, Kementerian mestinya mencarikan sponsor lain. Yang jelas program ini tidak bisa begitu saja dibubarkan,” tutur Adrian yang telah mendaftar program S3 di University of Rhode Island.

Setelah berunjuk rasa, perwakilan penerima BPI Pathway itu beraudiensi dengan pihak Kementerian.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,179 views