
BOGOR, KalderaNews.com – Presiden Prabowo Subianto, siap menggebrak dunia pendidikan Indonesia dengan serangkaian program revolusioner di Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2025.
Kucuran dana triliunan rupiah untuk pembangunan sekolah dan kesejahteraan guru honorer menjadi sorotan utama dalam agenda besar ini.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana mengatakan, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengungkapkan, salah satu program prioritas yang akan diumumkan Prabowo adalah pembangunan dan renovasi 10.440 sekolah di Indonesia.
BACA JUGA:
- 110 Ribu Guru Swasta Lolos ASN P3K, Kemendikdasmen Bakal Redistribusi ke Sekolah Swasta Lagi
- Guru di Bandung Minta Siswa Gambar Alat Kelamin, Videonya Viral dan Dapat Kecaman!
- Guru Se-Indonesia Siap-Siap! Ada ‘Hari Libur’ Misterius Tiap Minggu, Tapi Bukan untuk Santai!
Prioritas Prabowo di pendidikan
“Dalam rangka Hardiknas itu launching program prioritas Pak Presiden, pertama adalah untuk launching pembangunan sekolah. Kami rencanakan tahun ini akan dibangun, direnovasi 10.440 sekolah,” ujar Abdul Mu’ti usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta pekan ini.
Anggaran fantastis sebesar Rp 16,9 triliun telah disiapkan untuk merealisasikan program ini.
Prabowo sendiri sebelumnya telah mengumumkan alokasi dana sebesar Rp 17,15 triliun dalam acara puncak Hari Guru Nasional pada November 2024. Dana ini akan dikirim langsung ke sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta, yang menjadi sasaran program.
Namun, gebrakan Prabowo tidak berhenti di pembangunan infrastruktur. Ia juga akan meresmikan kebijakan bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan untuk para guru honorer.
Kabar gembira ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, yang menyebutkan bahwa kebijakan ini akan segera direalisasikan.
Tak hanya itu, Prabowo juga akan memberikan bantuan dana pendidikan sebesar Rp 3 juta per bulan bagi guru yang belum menyelesaikan studi S1 atau Diploma 4.
“Nanti angkanya akan disampaikan Pak Presiden pada saat peluncuran di Bogor, Insya Allah pada hari Jumat, 2 Mei siang pada Hardiknas,” ungkap Abdul Mu’ti.
Kawal janji pendidikan Prabowo!
Lokasi pengumuman kebijakan ini pun dipilih secara simbolis, yaitu di sebuah sekolah dasar yang berdekatan dengan kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Hal ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dari tingkat dasar.
Gebrakan Prabowo ini tentu saja disambut antusias oleh para pelaku dunia pendidikan.
Kucuran dana triliunan rupiah diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur sekolah yang memprihatinkan dan meningkatkan kesejahteraan guru, terutama guru honorer yang selama ini berjuang dengan gaji minim.
Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana implementasi kebijakan ini di lapangan? Apakah dana yang dikucurkan akan tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan? Dan bagaimana mekanisme pengawasan akan dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan?
Masyarakat tentu berharap bahwa gebrakan Prabowo ini bukan sekadar janji manis, tetapi benar-benar membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan Indonesia.
Mari kita kawal bersama implementasi kebijakan ini demi masa depan generasi penerus bangsa!
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply