Viral Ceramah Ustaz Panji Nova soal Sarjana Jadi Kurir, Tuai Kritik Warganet

Ceramah Ustaz Panji Nova Perdana soal lulusan sarjana yang bekerja sebagai kurir viral dan menuai kritik
Sharing for Empowerment

Ustaz Panji Nova Perdana viral setelah potongan ceramahnya soal lulusan S1 Matematika yang bekerja sebagai kurir viral dan dikritik warganet.

KALIMANTAN SELATAN, KalderaNews.com– Ustaz Panji Nova Perdana menyampaikan permintaan maaf setelah potongan ceramahnya viral di media sosial dan menuai kritik dari warganet.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Panji membahas contoh seorang lulusan S1 Matematika yang kemudian bekerja sebagai kurir paket.

Pernyataan tersebut lantas menjadi sorotan oleh warganet karena dinilai merendahkan lulusan perguruan tinggi sekaligus profesi kurir itu sendiri.

BACA JUGA:

Awal Mula Polemik Ustaz Panji Nova Perdana

Polemik bermula dari materi ceramah Panji yang menyinggung seorang lulusan S1 Matematika. Ceramah itu disampaikan Panji dalam sebuah acara peringatan Maulid Nabi.

Dalam penyampaiannya, ia memberikan gambaran mengenai seseorang yang telah menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana tetapi pada akhirnya bekerja sebagai kurir paket.

“Dieksulkan, dikursuskan Matematika, ujung-ujungnya lulus jadi kurir pa…paket. Ijazah S1 Sarjana Matematika, memang namanya takdir hidup, benar saja takdir hidup, rasakan aja takdir hidup itu.” demikian potongan ceramah yang beredar.

Potongan pernyataan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial. Kritik yang muncul tidak hanya berkaitan dengan pandangan terhadap pendidikan tinggi, tetapi juga menyangkut pekerjaan yang dijalankan secara halal.

Sebagian warganet menilai pendidikan tinggi tidak semestinya diukur hanya berdasarkan pekerjaan yang diperoleh setelah lulus.

Menurut mereka, seseorang tetap dapat memiliki ilmu, wawasan, dan pengalaman meski bekerja di bidang yang tidak secara langsung berkaitan dengan jurusan kuliahnya.

Warganet Ramai Kritik Ceramah Ustaz Panji Nova Perdana

Kolom komentar unggahan yang membahas potongan ceramah tersebut dipenuhi berbagai tanggapan. Sebagian warganet menilai pekerjaan sebagai kurir tetap merupakan pekerjaan yang layak selama dilakukan secara halal.

“Sebaik-baiknya pekerjaan adalah pekerjaan yang halal. Kuliah itu bukan semata-mata untuk menentukan kita nanti bekerja sebagai apa, tapi untuk mengubah pola pikir, memperluas wawasan, dan membentuk cara kita melihat kehidupan. Jadi, apa pun pekerjaannya selama halal dan dilakukan dengan cara yang baik, tidak perlu merasa lebih rendah.”

Warganet lainnya menanggapi dengan mempertanyakan alasan profesi kurir dijadikan contoh dalam ceramah tersebut.

“Terus kenapa kalau kurir paket? Kerjanya lebih halal daripada main ustaz-ustazan.”

Komentar lain menyoroti penghasilan profesi kurir yang menurut warganet juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Dia belum tahu gaji kurir sampai dua digit.”

“Padahal gajinya gede, kurir paket.”

Sebagian warganet juga mengkritik cara penyampaian ceramah tersebut. Salah satunya menilai seorang penceramah perlu memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik agar pesan yang disampaikan tidak menimbulkan salah tafsir.

“Harus belajar public speaking yang baik sebelum ceramah soal agama… Biar nggak jadi batu sandungan.”

Komentar lainnya bahkan mengaitkan polemik tersebut dengan pandangan terhadap pendidikan dan posisi tokoh agama di tengah masyarakat.

“Makanya Indonesia nggak maju-maju, sering kali nemuin tokoh agama yang justru meremehkan pendidikan, sedangkan di Indonesia tokoh agama gitu sangat diagung-agungkan…. Di sosmed sih mungkin kalian nemuin kritik, tapi di lingkungan nyatanya sebagian besar orang justru mengagung-agungkan tokoh agama kan…. Bahkan saking mengagung-agungkannya mereka, kadang sampai milih politik aja cuma berdasarkan keturunan ustaz/kyai. Atau cuma berdasarkan anjuran kyai, tanpa lihat jejak prestasinya atau kualitas orangnya…. (Gak semua tokoh agama begini, tapi yang begini banyak).”

Panji Nova Perdana Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah pernyataannya menuai kontroversi, Panji Nova Perdana kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung atau dirugikan oleh pernyataannya dalam ceramah yang viral.

Polemik yang terjadi Panji Nova Perdana menjadi pembelajaran bahwa pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan materi ceramah, terutama ketika memberikan contoh mengenai profesi, pendidikan, dan kondisi sosial masyarakat.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


77 views