Kisah Bu Ijah Viral, Guru Honorer Mengabdi 40 Tahun Digaji Rp414 Ribu

Gaji Rp414 Ribu setelah 40 Tahun Mengajar, Kisah Bu Ijah Tuai Simpati
Sharing for Empowerment

Kisah Bu Ijah viral usai mengaku berhenti mengajar setelah 40 tahun mengabdi viral. Gaji terakhir guru honorer itu hanya Rp414 ribu.

JAKARTA, KalderaNews.com– Kisah seorang guru bernama Bu Ijah menjadi perhatian publik setelah video yang diunggah melalui akun TikTok @Buijah viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Bu Ijah mengungkapkan keputusannya untuk mengakhiri pengabdiannya sebagai guru setelah mengajar selama empat dekade.

Hal yang paling menyita perhatian masyarakat adalah besaran gaji terakhir yang diterimanya. Setelah 40 tahun mengabdi di dunia pendidikan, Bu Ijah mengaku hanya menerima gaji sebesar Rp414 ribu.

@kalderanews.com

Kisah Bu Ijah menyita perhatian publik setelah memutuskan mengakhiri pengabdiannya sebagai guru honorer usai mengajar selama 40 tahun. Menjelang akhir masa tugasnya, Bu Ijah diketahui hanya menerima gaji terakhir sebesar Rp414 ribu. Perjalanan panjangnya kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi kesejahteraan guru honorer yang selama bertahun-tahun tetap menjalankan tanggung jawab mendidik meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Dedikasi Bu Ijah selama empat dekade mengabdi menuai simpati dari masyarakat. Kisah tersebut sekaligus menjadi pengingat akan perjuangan para tenaga pendidik yang terus bertahan demi mencerdaskan generasi penerus bangsa. #guru #guruhonorer #pendidikan #fypシ #Viral

♬ original sound – kalderanews.com – kalderanews.com

BACA JUGA:

Perlihatkan gaji terakhirnya sebagai guru

Dalam video tersebut, Bu Ijah memperlihatkan amplop berisi gaji yang diterimanya pada bulan terakhir sebelum memutuskan berhenti mengajar.

“Saya Bu Ijah pada Juni memutuskan berhenti menjadi guru setelah 40 tahun mengabdi,” ujar Bu Ijah.

Ia kemudian menunjukkan nominal gaji terakhir yang diterimanya.

“Gaji terakhir Rp414 ribu,” katanya.

Nominal tersebut langsung menjadi sorotan publik. Banyak warganet menilai penghasilan itu sangat kecil jika dibandingkan dengan masa pengabdian Bu Ijah yang mencapai 40 tahun.

Dalam video itu, Bu Ijah juga membuka amplop gajinya di hadapan kamera.

“Mari kita hitung,” ucapnya sambil menghitung lembar demi lembar uang yang diterimanya.

Bu Ijah menegaskan bahwa video tersebut dibuat bukan untuk mencari perhatian ataupun belas kasihan.

“Bukan pamer ya, hanya sekadar mengungkap fakta,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi yang menurut banyak warganet masih dialami sebagian guru honorer di Indonesia. Meski telah mengabdi selama puluhan tahun, kesejahteraan yang diterima dinilai belum memadai.

Dalam unggahan lainnya, Bu Ijah juga mengungkapkan bahwa kini dirinya mulai berjualan sebagai sumber penghasilan setelah tidak lagi mengajar.

Warganet ramai beri dukungan

Unggahan Bu Ijah dibanjiri ribuan komentar dari warganet. Sebagian besar menyampaikan doa dan apresiasi atas dedikasinya selama puluhan tahun mendidik generasi bangsa.

Salah satu akun, LiyaJM, menuliskan:

“masya Allah ibu semoga sehat selalu dengan gaji yg sangat imut selama ini ibu telah mengabdi selama 40 thn smg Allah limpahkan rizki untuk ibu dari jalan manapun. aamiin”

Sementara itu, akun ♥️ 2 R🌹 menyoroti lamanya masa pengabdian Bu Ijah yang dinilai tidak diikuti kesempatan menjadi aparatur sipil negara.

“40 THN mengabdi,,,itu artinya dia gk pernah di prioritaskan untuk di angkat ASN,, sungguh luar biasa,, pdahal pengabdian nya sdh lama,,,, semoga ibuk sehat selalu dan di beri Rezki yg Bnyk 🤲🤲”

Di sisi lain, beberapa warganet mempertanyakan status kepegawaian Bu Ijah.

“Maaf Bu,itu PNS atau guru honor?” tulis akun Bang Lubis.

Pertanyaan serupa juga disampaikan akun Puji Aja yang menulis, “guru honorer??”

Ada pula warganet yang menduga Bu Ijah merupakan guru honorer di sekolah swasta atau yayasan.

“mungkin Bu gurunya honorer di sekolah swasta…atau yayasan.” tulis akun Talkis S.

Menanggapi berbagai komentar tersebut, Bu Ijah menjelaskan dirinya mulai mengajar pada usia 23 tahun. Awalnya ia merupakan lulusan D2 sebelum melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1. Ia juga menjawab pertanyaan mengenai alasan tidak pernah menjadi PNS.

“sy mulai jadi guru 23 th. awalnya D2, lalu lanjut S1. knp bukan pns? ibu jawab dengan berkarya, lahirlah novel Lentera Putih. skrg usia ibu jalan 63 th”

Hingga kini, video Bu Ijah masih ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu diskusi mengenai kesejahteraan guru honorer serta penghargaan terhadap tenaga pendidik yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*