Viral! Istri Gubernur Kalteng Bagi-bagi Masker Asap Banjir Kritik

Tangkapan layar bagi-bagi masket penangkal asap kebakaran hutan
Tangkapan layar bagi-bagi masket penangkal asap kebakaran hutan (KalderaNews/Malena)
Sharing for Empowerment

Utas Threads viral kritik pembagian masker medis di Kalteng saat polusi asap pekat. Warga desak bantuan masker N95.

PALANGKA RAYA, KalderaNews.com – Kritik tajam dari warga kembali menghiasi media sosial. Sebuah unggahan dari akun Threads @yuniuninuni menjadi viral setelah menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap aksi penanganan polusi asap oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Akun @yuniuninuni mengkritik Ibu Gubernur Kalteng karena hanya membagikan masker medis biasa yang dinilai tidak efektif mengatasi polusi udara pekat.

Unggahan tersebut soroti ketidaksesuaian bantuan masker medis biasa yang dibagikan pemerintah daerah di tengah tingginya konsentrasi asap pekat, jika dibandingkan dengan kriteria alat pelindung diri yang ideal.

BACA JUGA:

Ia mendesak pemerintah membagikan masker standar N95/KN95 seperti di Singapura, serta menyindir aksi tersebut sebagai pencitraan murah setelah sang pejabat berlibur di kapal mewah.

Penggunaan Masker Medis di Tengah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Secara teknis, penggunaan masker bedah standar tidak dirancang untuk menyaring partikel mikroskopis seperti PM_{2.5} yang mendominasi pencemaran udara akibat karhutla.

Menurut standar kesehatan global, perlindungan dari polusi asap pekat membutuhkan respirasi minimal kelas N95 atau KN95 yang memiliki efisiensi filtrasi partikel hingga 95\%

Pemilik akun @yuniuninuni menyoroti perbedaan respons tersebut dengan membandingkan langkah konkret negara tetangga:

“Dear Ibu Gubernur Kalteng… Masker yg ibu bagikan cuma masker medis biasa ga ada efeknya untuk menanggulangi polusi udara yang berasap pekat sekarang ini. Next Bu Gubernur bagikan masker yang ada respirator kek masker KN95 / N95. Lihat Singapura, Bu… Pemerintahnya bagiin masker ke masyarakat yg N95 itu bukan karena mewah2an tapi ada alasannya.”

Selain mengkritik efektivitas bantuan, unggahan tersebut juga menyindir gaya kepemimpinan pejabat publik di tengah situasi krisis lingkungan.

Reaksi Publik dan Komentar Netizen

Unggahan yang menuai atensi publik ini langsung dibanjiri beragam respons warga di kolom komentar Threads:

  • @wisata.belanja.shopee: “Mau bagiin masker aja perlu milih poto yg paling oke, desain banner, cetak banner.”
  • @meilia_dyah: “Pejabat isinya pencitraan… please lahhh jgn pd ketipu lg model2 gini”
  • @jafar_jembatan1kebaikan: “Kemarin sejarahnya gmn sih,, kok bisa model manusia gitu jadi pejabat”
  • @tegar_aljogjawi: “Musiknya macam betul kali”

Fenomena ini mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap transparansi, efisiensi anggaran, serta kepekaan emosional para pemimpin daerah saat menghadapi bencana udara tahunan.

Bantuan kebencanaan seyogianya berfokus pada fungsi dan standar keselamatan klinis ketimbang formalitas penyerahan bantuan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


20 views