
Viral sosok ustazah hasil AI di TikTok memiliki lebih dari 1 juta pengikut. Warganet geram setelah mengetahui kontennya dibuat dengan AI.
JAKARTA, KalderaNews.com- Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan sosok “Ustazah Hajar” yang tampil menyampaikan ceramah melalui akun TikTok @nia.hajar_s.
Sekilas, perempuan berhijab tersebut terlihat seperti pendakwah sungguhan yang sedang berbicara di depan mikrofon.
Namun, di balik tampilannya yang sangat realistis, sosok tersebut ternyata bukan manusia asli. “Ustazah Hajar” diketahui merupakan karakter yang sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
BACA JUGA:
- Viral! Surat Tudingan dan Dugaan Cara Kerja Kopdes yang Dikendalikan Agrinas dan Militer
- Viral Letjen TNI Agus Wirahadikusumah, Jenderal Lulusan Harvard Jujur yang Dikubur
- Kisah Bu Ijah Viral, Guru Honorer Mengabdi 40 Tahun Digaji Rp414 Ribu
Akun tersebut bahkan telah mengumpulkan lebih dari satu juta pengikut dengan jutaan tanda suka, sehingga membuat banyak pengguna media sosial sempat mengira sosok di dalam video benar-benar seorang ustazah.
Fenomena ini kemudian memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan keaslian identitas pembuat konten sekaligus menyoroti risiko penyebaran materi keagamaan yang dihasilkan AI tanpa adanya pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kekeliruan.
Pakar pastikan sosok ustazah hajar merupakan AI
Pemerhati budaya dan komunikasi digital Firman Kurniawan memastikan bahwa sosok dalam akun tersebut merupakan hasil rekayasa AI.
Menurut Firman, ada beberapa ciri yang dapat dikenali untuk membedakan video manusia asli dengan video hasil AI. Salah satunya terlihat dari pola bicara yang terlalu sempurna.
“Suaranya itu intonasinya sangat teratur, rapi. Kalau orang ngomong itu kan kadang ada jeda, ada mikir. Ini runtut dan temponya itu sangat teratur. Nah ini terlihat kalau itu fabrikasi, itu buatan artificial intelligence,” terang Firman.
Ia menjelaskan, semakin banyaknya konten AI di media sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor. Teknologi AI kini semakin murah, mudah digunakan, bahkan tersedia secara gratis di berbagai platform. Selain itu, hasil visual yang dihasilkan juga semakin realistis sehingga sulit dibedakan dengan manusia asli.
“Nah, itu tiga-tiganya itu memancing orang untuk menggunakan secara masif di berbagai macam kegiatan,” sambung Firman.
Awalnya dipuji, lalu warganet menemukan banyak kejanggalan
Keaslian “Ustazah Hajar” mulai dipertanyakan setelah sejumlah pengguna media sosial mengamati isi ceramah yang disampaikan dalam berbagai video.
Salah satunya datang dari pengguna Threads @khairulanuarbasri, yang kemudian unggahannya ramai dibagikan ulang oleh akun @AkatsukiAlpha88.
Ia mengaku awalnya terkesan dengan sosok tersebut.
“Kali pertama saya melihat video dari akaun ini, mata saya terpesona. Sudah la wajah ustazahnya cantik, lesung pipitnya manis dan menarik, bahasa Indonesianya juga menawan,” tulisnya.
Namun, kecurigaan muncul ketika mendengar pembacaan ayat Al-Qur’an dalam beberapa video. Menurut pengamatannya, terdapat sejumlah kesalahan yang berulang, mulai dari perubahan harakat, potongan ayat yang diduga direkayasa, penambahan maupun penghilangan kata dalam ayat, hingga penyebutan nama surah dan nomor ayat yang dinilai tidak sesuai.
Temuan tersebut kemudian diperkuat oleh pengguna media sosial lain.
“Akun Nia Hajar ini 100% AI. She even never existed (Dia bahkan tidak pernah ada). Udah ada yang debunked kalau video² ngajinya bahkan gak bener sama sekali,” tulis akun @PadjadjaranTea.
Fenomena “Ustazah Hajar” memicu beragam komentar di media sosial. Banyak pengguna mengaku baru mengetahui bahwa sosok tersebut merupakan hasil AI setelah melihat berbagai pembahasan dari pakar digital maupun pengguna lain.
Akun edukasi @MiskinTV_ turut mengingatkan bahwa teknologi AI kini mampu menghasilkan visual yang sangat meyakinkan sehingga mudah membuat masyarakat terkecoh.
Menurut akun tersebut, persoalan terbesar bukan hanya pada tampilannya yang menyerupai manusia, tetapi juga tidak adanya tanggung jawab moral apabila terjadi kesalahan dalam penyampaian ayat Al-Qur’an, hadis, maupun penafsiran agama.
“Jika terjadi kesalahan fatal dalam penafsiran, pengutipan hadis, atau teks kitab suci di dalam video, tidak ada sosok manusia nyata yang dapat dimintai pertanggungjawaban atau klarifikasi,” tulis @MiskinTV_.
Sementara itu, akun @AkatsukiAlpha88 juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap konten yang menarik secara visual tanpa memeriksa keaslian identitas pembuatnya.
“Itu belum lagi dipastikan kesahihan konten dari sudut hadith dan kata-kata ulamak. Saya yakin, jika disemak dengan teliti, ada banyak lagi kesalahan yang akan timbul. Akaun TikTok ini diikuti oleh hampir 760,000 orang dan menerima like daripada 8.5 juta orang. Sudah pasti ia telah dikongsi oleh sejumlah manusia yang tidak terkira banyaknya. Hati-hati gais. Jangan mudah terpedaya dengan konten yang menarik semata-mata,” tulisnya.
MUI minta masyarakat tetap kritis
Ketua MUI KH Cholil Nafis turut memberikan tanggapan terkait fenomena ustazah AI yang memiliki pengikut hingga lebih dari satu juta akun media sosial.
Menurutnya, konten dakwah yang disampaikan AI pada dasarnya serupa dengan tulisan keagamaan yang divisualisasikan dalam bentuk video. Isi materinya banyak berisi motivasi kehidupan bernuansa agama sehingga mudah menarik perhatian masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak langsung mempercayai seluruh isi ceramah yang beredar.
“Saya melihat seperti bacaan dalil bahasa Arabnya terlihat ada yang salah bacaannya dan kadang tak ada korelasinya dengan masalah yang dibahas,” ujar Kiai Cholil.
Ia mengingatkan bahwa apabila terdapat kekeliruan dalam penyampaian materi agama, tidak ada sosok nyata yang dapat dimintai pertanggungjawaban.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi AI kini mampu menghasilkan konten yang sangat realistis.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih kritis dalam memverifikasi identitas pembuat konten, terutama untuk materi yang berkaitan dengan keagamaan maupun informasi publik.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply