
Wamenkomdigi dorong Indonesia jadi pelaku pasar ekosistem digital & perkuat domain .id, bukan sekadar konsumen global
JAKARTA, KalderaNews.com – Akses internet di Indonesia tumbuh pesat hingga mencakup 80,6 persen total penduduk. Namun, besarnya angka penetrasi ini melahirkan tantangan baru: apakah Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi platform global, atau mampu berdikari sebagai pemain utama dalam ekosistem digital dunia?
Dalam peringatan 20 tahun Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Jakarta Selatan pada Selasa (1/9/2026), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan pentingnya mengubah potensi pasar menjadi daya saing digital yang nyata.
BACA JUGA:
- Wamen Stella Dorong Budaya Riset STEAM di SMA Kolese Gonzaga
- 77,7% Teman Tuli Gunakan BISINDO, SIBI 1,9%
- Viral SPV Hyundai Fatmawati Minta Maaf ke Aa Juju, Netizen Berang
“Dengan jumlah ini kita punya market power luar biasa. Jangan hanya berhenti pada market power. Kita harus bisa menjadi pemain yang signifikan dalam ekosistem digital yang sedang bertumbuh cukup dahsyat,” ujar Nezar Patria.
Domain .id Tembus 1,5 Juta Registrasi: Identitas dan Kedaulatan Digital
Salah satu fondasi utama kedaulatan digital Indonesia terletak pada penggunaan nama domain tingkat atas kode negara (ccTLD), yaitu .id. Catatan PANDI menunjukkan bahwa penggunaan domain .id telah mencapai 1,5 juta registrasi.
Untuk memperkuat identitas digital nasional, pemerintah mendorong kolaborasi antara Komdigi, PANDI, dan pelaku industri guna memperluas adopsi domain .id pada tiga sektor krusial:
- UMKM: Meningkatkan kredibilitas serta visibilitas produk lokal di pasar digital global.
- Institusi Pendidikan: Memperkuat infrastruktur riset dan identitas akademis Indonesia.
- Layanan Publik: Menjamin transparansi dan kemudahan akses bagi masyarakat.
- Penggunaan domain .id tak sekadar alamat web, melainkan cara agar identitas ekonomi dan layanan lokal lebih mudah dikenali di ruang siber global.
Melestarikan Budaya Nusantara Melalui Digitalisasi Aksara
Selain aspek ekonomi, domain .id memegang peran strategis dalam menjaga warisan budaya. Wamenkomdigi menyoroti bagaimana teknologi Internationalized Domain Names (IDN) memungkinkan aksara daerah, seperti aksara Bali, masuk ke dalam sistem domain internet.
Di tengah gempuran budaya asing yang dengan mudah diakses generasi muda melalui internet, digitalisasi bahasa dan aksara daerah menjadi langkah krusial agar kekayaan lokal tidak tergerus zaman.
“Domain .id ini bukan cuma dua huruf, ID. Di belakang itu adalah simbol dan kekayaan culture, knowledge, dan wisdom Nusantara,” tegas Nezar.
Tantangan Keamanan Siber dan Kepercayaan Publik
Seiring meningkatnya adopsi internet, potensi kejahatan siber juga melonjak. Komdigi menginstruksikan agar prinsip security and privacy by design diterapkan sejak awal perancangan layanan berbasis .id.
Langkah ini diambil untuk meminimalisasi risiko kejahatan siber, seperti:
- Praktik penipuan (phishing dan scam).
- Penyebaran konten berbahaya.
- Eksploitasi anak di dunia digital.
- Pengumpulan data pribadi ilegal.
Sinergi Ekosistem Siber untuk Deteksi Dini
Untuk memitigasi potensi penyalahgunaan domain, PANDI didorong untuk memperkuat integrasi data bersama:
- Registry dan Registrar
- Penyelenggara Jasa Internet (ISP)
- Lembaga Keamanan Siber (BSSN)
- Computer Security Incident Response Team (CSIRT)
Menuju Aksesibilitas dan Universal Acceptance
Memasuki usia dua dekade, tolok ukur keberhasilan PANDI tidak lagi sekadar mengejar kuantitas registrasi domain. Pengelolaan domain .id diarahkan agar tetap inklusif, interoperabel, terbuka, dan terjangkau.
Kesiapan Universal Acceptance (UA) juga menjadi prioritas teknis agar domain dengan berbagai bahasa dan aksara Nusantara dapat dikenali dengan sempurna oleh seluruh aplikasi, sistem email, dan peramban web di seluruh dunia.
Dengan infrastruktur yang aman dan berakar pada budaya lokal, domain .id diharapkan tidak hanya menjadi alamat web, tetapi juga identitas utama masyarakat Indonesia dalam beraktivitas di ruang digital.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply