Heboh Video Viral Perpisahan TK yang Diskriminatif, Ternyata Miskomunikasi dan Acara Diinisiasi Wali Murid

tangkapan layar siswa TK merasa dikucilkan
Tangkapan layar siswa TK merasa dikucilkan
Sharing for Empowerment

BENGKULU, KalderaNews.com – Usai viral, pihak TK Dharma Pertiwi Kota Bengkulu akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral yang menunjukkan 11 siswa diduga tidak ikut dalam acara perpisahan dengan teman sekelasnya.

Polemik dugaan diskriminasi terhadap 11 siswa TK Dharma Pertiwi Kota Bengkulu yang sempat viral di media sosial akhirnya mereda. Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memediasi permasalahan ini dan diselesaikan secara damai antara para wali murid dan pihak sekolah.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas menunjukkan 11 wali murid TK merasa dikucilkan karena anak-anak mereka tidak dilibatkan dalam acara perpisahan, termasuk adanya perbedaan seragam yang memicu perdebatan. Video tersebut memicu reaksi beragam di media sosial dan dugaan perlakuan diskriminatif terhadap beberapa siswa.

BACA JUGA:

Renta Siskalia, salah satu perwakilan wali murid yang juga pemilik akun Facebook @Mamanya Kelvin Qayla, memastikan bahwa semua pihak telah sepakat untuk berdamai.

Renta menjelaskan, dari hasil mediasi tersebut, pihaknya akan menarik atau menghapus video viral yang sempat diunggah.

“Semua ini murni karena miskomunikasi. Sekarang sudah dimediasi oleh pihak Dinas Pendidikan. Kami, 11 orang itu, sudah bertemu langsung dengan pihak sekolah. Alhamdulillah, kami tidak mencari siapa yang salah dan siapa yang benar,” jelasnya.

“Semua sudah jelas. Dari pihak sekolah juga sudah memberikan penjelasan terkait keteledoran dan telah meminta maaf. Kami pun menerima dengan lapang dada. Insyaallah, video yang sempat viral itu akan kami tarik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala TK Dharma Pertiwi, Dahlia, menyatakan bahwa sekolah sudah melakukan pertemuan dan mediasi dengan wali murid untuk meluruskan masalah ini.

Dalam mediasi tersebut, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi, sekaligus menegaskan bahwa persoalan ini telah diselesaikan secara damai.

“Sudah ada mediasi dengan wali murid, kami meminta maaf atas adanya miskomunikasi. Semuanya sudah dibicarakan, sudah diselesaikan secara damai, dan video yang sempat beredar itu juga akan segera ditarik,” ujar Dahlia.

Dahlia menegaskan bahwa acara makan-makan yang terekam dalam video viral itu bukanlah agenda resmi sekolah. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif dari sejumlah orang tua murid.

Selain itu, pihak sekolah memang tidak menetapkan aturan berpakaian seragam pada hari kejadian, sehingga anak-anak hadir dengan pakaian bebas sesuai keinginan masing-masing.

“Yang mengadakan acara makan-makan itu dari wali murid, bukan dari sekolah. Dan soal pakaian, memang pada hari itu tidak ada ketentuan khusus, anak-anak bebas memakai pakaian apa saja,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap polemik ini tidak kembali menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dengan klarifikasi ini, sekolah ingin memastikan situasi sudah kondusif dan semua pihak dapat kembali fokus pada proses belajar-mengajar.

“Kami berharap persoalan ini tidak diperpanjang lagi. Semuanya sudah selesai secara kekeluargaan,” tutup Dahlia.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


1,059 views