
JAKARTA, KalderaNews.com- Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi tidak pantas yang diduga dilakukan seorang pria berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sosok bernama Sarmoli Nikdolias Patinggi mendadak menjadi sorotan tajam warganet setelah rekaman siaran langsung (live streaming) miliknya beredar luas dan viral di media sosial.
Dalam tayangan tersebut, Sarmoli terlihat melakukan perundungan secara verbal terhadap Cahyo, seorang pria penyandang disabilitas tuna wicara.
BACA JUGA:
- Viral, Potongan Lagu “Ya Allah Lindungi Bilqis”, Ini Sekolah Mentereng Anak Ayu Ting Ting
- Viral di Media Sosial! Orang Tua di Cibitung Protes Menu MBG: Anggaran Rp15 Ribu, Realisasinya Dinilai Zonk
- Viral Pelajar di Krayan Kaltara Harus Lewati Jalan Berlumpur Demi Bisa ke Sekolah
Awalnya, percakapan dalam siaran langsung itu berlangsung normal layaknya obrolan biasa. Namun, situasi berubah menjadi tidak menyenangkan ketika Sarmoli mulai menirukan cara bicara Cahyo yang memiliki keterbatasan berbicara.
Ia tertawa sambil melontarkan candaan bernada sengau yang dinilai menyerupai ejekan terhadap kondisi fisik lawan bicaranya.
Aksi yang mungkin dianggap sebagai “candaan” oleh pelaku justru dipersepsikan publik sebagai bentuk penghinaan yang menyakitkan.
Banyak netizen menilai ekspresi, gestur, dan respons Sarmoli sangat merendahkan harkat dan martabat Cahyo sebagai sesama manusia.
Identitas Sarmoli Terungkap, Diduga Guru SD dan ASN
Amarah publik semakin meluas setelah identitas Sarmoli mulai terungkap melalui penelusuran warganet.
Berdasarkan hasil penelusuran digital (cyber sleuth), Sarmoli Nikdolias Patinggi diduga merupakan seorang guru Sekolah Dasar (SD).
Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan fakta-fakta berikut:
Usia: Diperkirakan sekitar 56 tahun.
Domisili: Bahontula.
Pekerjaan: Jejak digital menunjukkan keterlibatannya dalam Rapat Koordinasi Kampanye Sekolah Sehat dan Transisi PAUD-SD, yang menguatkan dugaan bahwa ia berprofesi sebagai tenaga pendidik.
Media sosial: Akun TikTok @nikdolias diketahui sudah tidak aktif mengunggah konten sejak 4 Agustus 2024, namun kolom komentarnya kini dipenuhi kritik dan kecaman.
Warganet Ikut Murka, Tuntut Agar Pelaku Diberi Sanksi
Kasus ini memicu perdebatan luas terkait etika bermedia sosial, khususnya bagi ASN dan pendidik yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.
“Seorang guru harusnya mengajarkan empati, bukan malah mem-bully kaum rentan demi konten,” tulis salah satu warganet yang menyuarakan kegeramannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya klarifikasi maupun permintaan maaf resmi dari Sarmoli.
Warganet pun mendesak agar dinas pendidikan atau instansi terkait segera mengambil langkah tegas dan menjatuhkan sanksi apabila terbukti yang bersangkutan masih berstatus ASN aktif.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply