Viral! Tak Ikut Piknik tapi Wajib Bayar, Siswi di Labuhanbatu Berhenti Sekolah karena Malu Ditagih

Ilustrasi iuran
Sharing for Empowerment

LABUHANBATU, KalderaNews.com- Intan Mutiara (14), siswi kelas VII MTs Darul Muhsinin di Desa Hajoran, Kecamatan Sungai Kanan, Labuhanbatu Selatan memilih berhenti sekolah karena malu ditagih biaya piknik.

Ia tak lagi bersekolah karena terbebani utang kepada pihak sekolah. Video dirinya menangis lantaran tak mampu membayar iuran piknik viral di media sosial.

Video itu diunggah oleh akun Instagram @inilah.com pada 22 Juli 2025, dan mendapat hingga  3.304 komentar. Intan dengan wajah sedih mengungkapkan alasan ia berhenti sekolah. Ia tinggal bersama ibu angkatnya, Ira (53), yang telah merawatnya sejak bayi.

BACA JUGA:

“Saya malu terhadap teman-teman sekolah pak, karena saat ditagih utang sebesar Rp350.000 oleh pihak sekolah saya tidak mampu membayar,” tutur Intan.

Ira, ibu angkat Intan, membenarkan bahwa anaknya memiliki utang kepada sekolah.

 “Benar pak, anak saya Intan punya utang kepada pihak sekolah dan tak mampu melunasinya. Namun beban utang itu sudah pernah kami cicil.”

Intan tidak mampu membayar iuran piknik sekolah

Utang tersebut berasal dari iuran rekreasi sekolah. Masing-masing murid dikenai biaya Rp350 ribu untuk ongkos bus menuju lokasi rekreasi. Namun, Intan sendiri tidak ikut dalam kegiatan tersebut karena tidak mampu membayar.

Ira merasa heran karena meski Intan tidak ikut, tetap diwajibkan membayar. Penagihan utang secara terus-menerus itulah yang membuat Intan merasa malu di sekolah.

Menurut pengakuan Intan, pihak sekolah kerap menagih biaya tersebut hingga membuatnya enggan datang ke sekolah.

Hingga kini, Intan mengaku belum pernah diajak pihak sekolah untuk kembali belajar. Saat ditanya tentang keinginannya bersekolah, Intan menegaskan harapannya tetap besar.

“Saya masih ingin sekolah pak, walaupun orang tua saya orang tak mampu, cita-cita saya sangatlah tinggi, pertama saya ingin membahagiakan orang tua saya,” ucapnya.

Intan sangat mendambakan untuk kembali bersekolah demi meraih cita-citanya. Untuk membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia juga bekerja, sambil meneteskan air mata saat bercerita.

Di sisi lain, pihak sekolah MTs Darul Muhsinin menyatakan mereka telah mengunjungi Intan dan ibu angkatnya untuk mengajak kembali sekolah.

Namun, terkait utang tersebut, hal itu bukan tanggung jawab pihak sekolah melainkan bagian dari penagihan iuran.

Warganet respon sedih video Intan

Unggahan video Intan yang menangis karena tak mampu membayar iuran piknik sekolahnya menuai banyak respons dari warganet.

Beragam komentar bernada empati hingga kritik keras ditujukan kepada pihak sekolah dan sistem pendidikan yang dinilai tidak adil bagi siswa kurang mampu. Berikut beberapa komentar warganet terkait kisah Intan:

“netizen kita punya tugas baru ni 👏 tau kan harus apa”, tulis akun anikidiew.

“Percaya ato ga yg bikin ribet itu justru ibu2 komite sekolah dan korlas gajelas yg mau carmuk sama guru, oknum guru jg kadang suka bgt aji mumpung,” komentar akun riart_garage.

“Buat guru2 kalo mau rekreasi, yah pakai duit sendiri jangan Bebani murid dan orang tuanya,” komentar akun razor_back017.

“Noh liat tu..ngapain pemilik PO & tempat oleh2 demo??? kalian gak kasian sama anak ini??? lagak kalian paling di rugikan, padahal kalian gak tau aja banyak siswa2 kurang mampu yg buat makan aja susah apalagi buat mikir piknik,” tulis akun zia_anna77.

“Logikanya dari mana ya gak ikut tetep bayar, urgensinya dimana?… Sabar ya dek, sekolah macam ini hanya ajang untuk menggugurkan kewajiban wajib belajar, sedih rasanya😢, dimana hati nurani lingkungan sekolah.. tega sekali nagihnya .. semoga Tuhan membalas dengan caraNya😢,” tulis akun temals_md.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*