
JAKARTA, KalderaNews.com – Sejumlah sekolah dasar (SD) mengalami kekurangan murid baru. Fenomena kosongnya SD negeri ini terus berulang beberapa tahun terakhir ini.
Lantas apakah yang menyebabkan penurunan murid SD negeri ini?
Nah, untuk melihat penyebab penurunan siswa SD negeri, perlu melihat tren jumlah siswa SD di Indonesia dari tahun ke tahun.
BACA JUGA:
- Catat! Inilah Jadwal Lengkap ANBK 2025 Jenjang SD
- Kepsek SD di Tangsel Diduga Pungli Seragam Sekolah, Langsung Diperiksa Inspektorat
- Inilah Nama-nama Siswa SD, SMP, dan SMA Paling Berprestasi Versi SMIT
Jumlah siswa SD negeri menurun
Menurut data BPS jumlah siswa SD pada 2009/2010 mencapai 27.328.601 siswa, jumlah ini kemudian naik pada tahun berikutnya 2010/2011 menjadi 27.580.215.
Lantas, jumlah siswa SD di Indonesia ini meningkat sedikit pada tahun berikutnya 2011/2012 menjadi 27.583.919.
Tetapi, setelah 2011/2012 jumlah siswa SD di Indonesia terus mengalami penurunan.
Pada 2021/2022 jumlah siswa SD di Indonesia ada 24.331.756.
Menurut data tersebut, puncak tertinggi jumlah siswa SD di Indonesia terjadi pada 2011/2012 yaitu mencapai 27.583.919 siswa.
Sementara, pada tahun 2021/2022 jumlah siswa SD tinggal 24.331.756 siswa.
Jadi, dalam kurun waktu sepuluh tahun jumlah siswa SD di Indonesia menyusut sekitar 3,2 juta siswa.
Jumlah ini mencakup siswa di sekolah negeri dan sekolah swasta.
Tingkat kesuburan di Indonesia menurun?
Kenapa murid SD makin langka?
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah makin menurunnya tingkat kesuburan atau Total Fertility Rate (TFT) di Indonesia.
Angka Total Fertility Rate menggambarkan jumlah rata-rata anak yang dilahirkan ketika perempuan berada pada masa suburnya pada kisaran usia 15-49 tahun.
Angka ideal Total Fertility Rate adalah 2,1, yang berarti perempuan dalam usia suburnya melahirkan setidaknya 2 anak.
Dua anak ini akan bisa menggantikan kedua orangtuanya bila mereka meninggal, dengan komposisi ini maka populasi di suatu wilayah akan stabil.
Tetapi, bila angka Total Fertility Rate ini berada di bawah 2,1 maka populasi penduduk di wilayah itu bisa turun.
So, sesuai data World Bank total fertility rate Indonesia pada 2010 adalah 2,452.
Lalu nilai ini naik pada tahun 2011 menjadi 2,499. Setelah 2011, nilai total fertility rate Indonesia terus menurun terakhir pada 2022 nilai ini mencapai nilai 2,153.
Perkembangan SD swasta
Keberadaan sekolah swasta pum bisa menggerus jumlah siswa SD negeri di Indonesia.
Berdasarkan data BPS pada medio 2016/2017 sampai 2022/2023, jumlah siswa SD negeri mengalami penurunan.
Pada 2016/2017 jumlah siswa SD negeri mencapai 22.428.159 siswa, tapi pada 2022/2023 jumlah siswa hanya 20.366.178 siswa.
Lantas, SD pada medio 2016/2017 jumlah muridnya adalah 3.189.919 siswa. Jumlah ini terus meningkat, sampai mencapai 3.710.333 pada 2022/2023.
Tren penurunan murid SD berlanjut
Proyeksi BPS menunjukan bahwa jumlah anak (0-14 tahun) bakal terus mengalami penurunan.
Pada 2020 jumlah anak mencapai 66,21 juta anak, sementara pada 2045 jumlah anak diproyeksi menurun menjadi 63,54 juta anak.
Peningkatan justru terjadi pada penduduk yang berusia 60 tahun ke atas.
Pada 2020 penduduk berusia 20 tahun ke atas mencapai 26,78 juta jiwa, jumlah ini akan naik menjadi 72,03 juta jiwa pada 2045.
Jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas pada 2045 ini mencapai 20,31 persen dari total populasi di Indonesia.
Meski demikian diproyeksikan jumlah penduduk Indonesia tetap akan bertambah.
Pada 2045 penduduk Indonesia akan mejadi 324,05 juta jiwa meningkat jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia pada 2020 yang hanya mencapai 269,58 juta jiwa.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply