
BOYOLALI, KalderaNews.com – Guru SMA Negeri 1 Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, diduga melakukan kekerasan dengan menginjak siswanya. Warga sambangi sekolah!
Kejadian ini memicu kemarahan warga yang ramai-ramai mendatangi sekolah.
Dalam video yang beredar tampak puluhan warga ingin bertemu dengan oknum guru yang diduga melakukan kekerasan.
BACA JUGA:
- Viral, Dugaan Kekerasan Dilakukan Dosen FH Unissula terhadap Dokter RSI Sultan Agung
- Viral! Siswa SMAN 1 Cicurug Aksi Tolak Kekerasan di Sekolah!
- Marak Kasus Kekerasan di Sekolah, DPR Sebut Game Online Jadi Salah Satu Pemicunya
Kelapa sekolah minta maaf
Plt. Kepala SMAN 1 Cepogo Djoko Heriyanto menyampaikan permintaan maaf atas tindakan oknum guru tersebut.
Djoko menegaskan, tindakan kekerasan kepada siswa dalam memberikan hukuman bukanlah kebijakan sekolah.
“Saya mohon maaf khususnya kepada pihak keluarga, barangkali tindakan yang dilakukan oleh guru kami memang salah, oknum guru kami memang salah. Sekali lagi kami mohon maaf,” kata Djoko.
Kronologi kejadian guru injak siswa
Djoko pun menyatakan, pihaknya sudah mengklarifikasi guru tersebut. Diketahui dugaan kekerasan itu terjadi pada hari Rabu, 27 Agustus 2025 saat mata pelajaran Matematika di kelas XI.
Dalam proses pembelajaran itu, ada tiga siswa yang tidur di belakang. Sang guru tersebut lantas berusaha membangunkan dan menginjak punggung siswa.
“Ini menurut klarifikasi dan tadi penjelasan yang disampaikan yang bersangkutan juga sama ketika di depan warga. Ketika dibangunkan, nggak bangun-bangun. Terus yang bersangkutan, guru ini mundur kemudian dia berjalan menginjak 3 siswa tadi. Bukan menginjak-injak nggih, ya menginjak jalan biasa,” paparnya.
Dia menyebut, guru itu sempat memberikan pertolongan lantaran siswanya mengaku sakit.
Guru itu juga sempat mengunjungi rumah salah satu siswa itu karena tidak masuk sekolah usai peristiwa terjadi.
Sementara itu, Kapolsek Cepogo, AKP Agung Setiawan menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan aksi warga tersebut.
Polisi juga masih mendalami dugaan kekerasan oknum guru itu.
“Kami pantau, ternyata banyak yang datang. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami bersama anggota bersama Pak Danramil ke sini, berupaya menjaga Kamtibmas yang menjadi tanggung jawab kami,” kata Agung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply