Demo BEM SI Jabar Konsisten Tuntut Stop MBG dan KDMP

Demo BEM SI di Bandung
Demo BEM SI di Bandung (KalderaNews/Malena)
Sharing for Empowerment

BEM SI Jabar gelar aksi ‘Indonesia Gawat Darurat’ di Dago Bandung. Desak evaluasi MBG dan penanganan bencana! Simak di sini.

BANDUNG, KalderaNews.com – Gelombang protes mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Dago-Cikapayang, Kota Bandung, pada Jumat (11/9/2026) lalu.

Mengusung tema “Indonesia Gawat Darurat (IGD) dalam Krisis Multidimensi, Kita Butuh Kompetensi”, aksi ini memprotes kebijakan pemerintah pusat yang dinilai kurang berpihak pada rakyat serta momentum refleksi “September Hitam”.

Aksi damai yang diikuti oleh perwakilan lebih dari 10 perguruan tinggi, seperti ITB, UPI, Unikom, hingga Poltekkes Bandung dimulai dengan titik kumpul di Taman Kubus depan Kampus ITB sebelum long march menuju persimpangan jalan.

BACA JUGA:

Kehadiran massa yang membentuk formasi melingkar di tengah jalan sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Dago tersendat dengan pengawalan ketat kepolisian dan TNI.

Tuntutan Utama Aksi BEM SI Jawa Barat

Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan sejumlah poin evaluasi kritikal yang mendesak untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah:

  • Pencegahan dan Penanganan Bencana Alam: Mahasiswa mendesak pemerintah mengubah paradigma penanggulangan bencana dari sekadar respons reaktif menjadi pencegahan strategis jangka panjang, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta gempa bumi di NTT.
  • Penghentian Sementara dan Evaluasi Total Program MBG: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disorot tajam menyusul temuan data MBG Watch yang mencatat lebih dari 45 ribu anak diduga mengalami keracunan makanan. Mahasiswa mempertanyakan ketepatan sasaran, dampak fiskal, serta urgensi program yang dinilai sarat kepentingan politis.
  • Penyetopan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP): Mendesak penghentian sementara program KDMP untuk dievaluasi agar fokus pada pengurangan ketimpangan ekonomi masyarakat secara nyata.
  • Pembangunan Ekonomi Berbasis Riset: Mendorong pemerintah beralih dari kebijakan belanja yang berorientasi populis menuju penguatan ekonomi jangka panjang melalui industrialisasi, riset, manufaktur, dan inovasi.
  • Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM): Menjadikan momentum aksi sebagai bagian dari penuntasan berbagai kasus pelanggaran HAM masa lalu yang belum terselesaikan.

Aksi Teatrikal Simbolik FSRD ITB

Suasana aksi turut diwarnai oleh penampilan teatrikal dari mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Menggunakan media abu dan arang, aksi ini memberikan pesan simbolik atas kondisi lingkungan yang rusak serta beban krisis yang terus-menerus dilimpahkan kepada masyarakat.

Presiden Mahasiswa KM ITB, Nahdah Nabillah, menyuarakan kekecewaannya atas skala prioritas anggaran negara yang dinilai lebih mementingkan pencitraan politik ketimbang kebutuhan mendasar warga.

Melalui aksi ini, BEM SI Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik agar pemerintah bertindak atas dasar kompetensi dan kepedulian terhadap krisis riil di lapangan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


38 views