
STOCKHOLM, KalderaNews.com – Penulis asal Hungaria, László Krasznahorkai, diumumkan sebagai peraih Hadiah Nobel Sastra tahun 2025. Penghargaan prestisius ini diumumkan pada hari Kamis (9/10) oleh Akademi Swedia.
Krasznahorkai, yang dianggap oleh banyak pihak sebagai penulis Hungaria paling penting yang masih hidup, dianugerahi Nobel atas karyanya yang dinilai visioner dan memikat, yang di tengah nuansa teror apokaliptik, berhasil menegaskan kembali kekuatan seni.
BACA JUGA:
- Nobel Kimia 2025 Dianugerahkan Pada Susumu Kitagawa, Richard Robson dan Omar M. Yaghi
- John Clarke, Michel H. Devoret, dan John M. Martinis Raih Nobel Fisika 2025
- Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kedokteran 2025: Ungkap “Satpam” Sistem Kekebalan Tubuh
Sebelumnya, Krasznahorkai merupakan salah satu nominasi kuat peraih Nobel Sastra tahun ini, bersaing ketat dengan penulis asal Tiongkok, Can Xue.
Profil Singkat dan Karya Penting
László Krasznahorkai lahir pada 5 Januari 1954 di Gyula, Hungaria. Karya-karyanya dikenal mengeksplorasi tema-tema distopia dan melankolis postmodern, sering kali menampilkan narasi yang sulit dan menuntut secara kritis.

Beberapa karya terobosannya yang terkenal antara lain:
- Sátántangó (1985), novel pertamanya yang langsung menjadi sensasi sastra di Hungaria.
- The Melancholy of Resistance (1989).
Beberapa novelnya, termasuk Sátántangó dan The Melancholy of Resistance, telah diadaptasi menjadi film oleh sutradara Hungaria terkemuka, Béla Tarr.
Krasznahorkai bukan nama baru di kancah penghargaan sastra internasional. Ia sebelumnya telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Man Booker International Prize pada tahun 2015 untuk keseluruhan karya terjemahan bahasa Inggrisnya.
Selain prestise, penerima Hadiah Nobel Sastra 2025 juga akan mendapatkan hadiah uang tunai sekitar USD1,2 juta.
Jalan Berliku Menuju Kehancuran: Gaya Khas Krasznahorkai
Bagi pembaca yang terbiasa dengan narasi ringan, memasuki karya Krasznahorkai ibarat berjalan melalui labirin tanpa cahaya. Karyanya dikenal karena:
- Kalimat yang Tak Berujung
Ini adalah ciri khasnya yang paling mencolok. Krasznahorkai sering menggunakan kalimat panjang, berliku-liku, dan hampir tanpa titik penuh. Gaya ini menciptakan pengalaman membaca yang intens, imersif, dan mencekam, seolah-olah pembaca sedang terseret dalam aliran kesadaran yang gelap atau keadaan darurat yang tak berkesudahan. - Tema Distopia yang Gelap
Latar ceritanya hampir selalu melankolis dan suram, berpusat pada kehancuran peradaban, absurditas eksistensial, dan anarki sosial. Karakternya sering kali terjebak dalam kelesuan dan keputusasaan di lanskap Hungaria yang terpencil. - Tradisi Eropa Tengah
Karyanya ditempatkan dalam tradisi epik Eropa Tengah, menelusuri garis silsilah dari Franz Kafka dan berlanjut ke Thomas Bernhard, yang ditandai oleh absurdisme dan penggambaran situasi manusia yang brutal namun jujur.
Lima Mahakarya yang Mendefinisikan Dunia yang Hancur
Kemenangan Nobel ini adalah pengakuan atas lima epik besarnya, yang secara kolektif melukiskan potret dunia yang terus merosot:
1). Sátántangó (1985): Novel debut yang langsung menciptakan sensasi. Berlatar di pertanian kolektif yang ditinggalkan di Hungaria, keheningan pecah dengan kemunculan misterius Irimiás, sosok karismatik yang dianggap sebagai juru selamat atau pembawa malapetaka terakhir. Novel ini diadaptasi menjadi film kultus berdurasi tujuh jam oleh Béla Tarr.
2). The Melancholy of Resistance (1989): Fantasi horor di kota kecil Hungaria di mana kedatangan sirkus yang menampilkan bangkai paus raksasa memicu kekacauan massa, vandalisme, dan potensi kudeta diktator.
3). War & War (1999): Kisah yang membawa kita melintasi batas negara, mengikuti seorang arsiparis rendah hati yang bertekad membawa epik kuno nan indah ke pusat dunia di New York.
4). Baron Wenckheim’s Homecoming (2016): Epik komedi gelap tentang seorang baron yang bangkrut, seorang ‘idiot’ bergaya Dostoyevsky, yang kembali ke tanah airnya dengan harapan palsu.
5). Herscht 07769 (2021): Novel terbarunya yang beralih latar ke kota kecil di Thüringen, Jerman, menampilkan akurasi dalam menggambarkan gejolak sosial kontemporer. Uniknya, teror ini berlatar belakang warisan musik Johann Sebastian Bach, menjalin kekerasan dan keindahan secara mustahil.
Lebih dari Kegelapan: Perjalanan Spiritual ke Timur
Krasznahorkai tidak hanya terpaku pada kegelapan Eropa. Perjalanan ke Tiongkok dan Jepang menginspirasi karya-karya yang lebih kontemplatif dan puitis, menunjukkan jangkauan sastra yang luar biasa.
Mahakarya lainnya, Seiobo There Below (2008), disusun dalam urutan Fibonacci. Karya ini mengesampingkan narasi linier dan berfokus pada peran keindahan dan penciptaan artistik di dunia yang fana. Melalui mitos Jepang tentang Seiobo, novel ini merayakan proses di balik karya seni, sering kali dari sudut pandang pengrajin atau pengamat yang terpinggirkan—sebuah penghormatan yang mendalam terhadap seni itu sendiri.
Dengan penghargaan Nobel, Krasznahorkai, yang juga telah memenangkan Man Booker International Prize pada tahun 2015, kini menerima pengakuan tertinggi atas upaya seumur hidupnya untuk merenungkan kejatuhan peradaban dengan keindahan prosa yang tak tertandingi. Ini adalah pengingat bahwa bahkan dalam narasi yang paling gelap, selalu ada kekuatan seni untuk bertahan dan memikat.
Novel ‘Herscht 07769’
Novel ‘Herscht 07769’ karya peraih Nobel Sastra tahun ini, László Krasznahorkai, telah digambarkan sebagai sebuah novel Jerman kontemporer yang hebat, karena akurasinya dalam menggambarkan gejolak sosial di negara tersebut.
Dalam ‘Herscht 07769’, kita tidak menemukan diri kita dalam mimpi buruk yang panas di Carpathia, melainkan dalam penggambaran yang kredibel tentang sebuah kota kecil kontemporer di Thüringen, Jerman, yang meskipun demikian juga dilanda anarki sosial, pembunuhan, dan pembakaran.
Pada saat yang sama, teror dalam novel ini terjadi dengan latar belakang warisan musik yang kuat dari Johann Sebastian Bach. Ini adalah buku, yang ditulis dalam satu tarikan napas, tentang kekerasan dan keindahan yang “mustahil” bersatu.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply