
JAKARTA, KalderaNews.com – Penghargaan Nobel kembali menjadi sorotan dunia setiap tahunnya sebagai apresiasi tertinggi bagi tokoh-tokoh yang telah mendedikasikan diri pada penelitian luar biasa, penemuan teknik atau peralatan baru, serta kontribusi signifikan bagi masyarakat dunia sesuai bidangnya.
Penghargaan bergengsi ini memiliki sejarah panjang yang berakar dari wasiat seorang industrialis dan penemu dinamit asal Swedia, Alfred Nobel.
Alfred Nobel menandatangani wasiatnya yang menjadi dasar pemberian penghargaan ini di Swedish-Norwegian Club di Paris pada 27 November 1895.
BACA JUGA:
- Penulis Hungaria László Krasznahorkai Raih Nobel Sastra 2025
- Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kedokteran 2025: Ungkap “Satpam” Sistem Kekebalan Tubuh
- Nobel Kimia 2025 Dianugerahkan Pada Susumu Kitagawa, Richard Robson dan Omar M. Yaghi
Sejak pertama kali diberikan pada tahun 1901, Penghargaan Nobel diberikan untuk pencapaian di lima bidang utama:
- Nobel Fisika (ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia)
- Nobel Kimia (ditentukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia)
- Nobel Fisiologi atau Kedokteran (ditentukan oleh the Karolinska Institute)
- Sastra (ditentukan oleh the Swedish Academy)
- Nobel Perdamaian (ditentukan oleh sebuah komite yang ditunjuk oleh Norwegian Storting)
Tambahan Bidang Ekonomi dan Pemenang Terkini
Perubahan signifikan terjadi pada tahun 1968, ketika Sveriges Riksbank (Bank Swedia) menambah satu kategori baru, yaitu “Penghargaan dalam Sains Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel.”
Sejak saat itu, Penghargaan Nobel bidang Ekonomi juga ditentukan oleh Royal Swedish Academy of Sciences.
Tahun 2025 ini penulis asal Hungaria, László Krasznahorkai, diumumkan sebagai peraih Hadiah Nobel Sastra tahun 2025. Penghargaan prestisius ini diumumkan pada hari Kamis (9/10) oleh Akademi Swedia.
Krasznahorkai, yang dianggap oleh banyak pihak sebagai penulis Hungaria paling penting yang masih hidup, dianugerahi Nobel atas karyanya yang dinilai visioner dan memikat, yang di tengah nuansa teror apokaliptik, berhasil menegaskan kembali kekuatan seni.
Sebelumnya, Krasznahorkai merupakan salah satu nominasi kuat peraih Nobel Sastra tahun ini, bersaing ketat dengan penulis asal Tiongkok, Can Xue.
Penerima Nobel Kimia dari Masa ke Masa
Lalu siapa saja penerima Nobel Sastra dari masa-masa? Berikut ini daftar lengkapnya:
2024: Han Kang (Korea Selatan)
2023: Jon Fosse (Norwegia)
2022: Annie Ernaux (Prancis)
2021: Abdulrazak Gurnah (Tanzania)
2020: Louise Gluck (US)
2019: Peter Handke (Austria)
2018: Olga Tokarczuk (Poland)
2017: Kazuo Ishiguro (Britain)
2016: Bob Dylan (US)
2015: Svetlana Alexievich (Belarus)
2014: Patrick Modiano (France)
2013: Alice Munro (Canada)
2012: Mo Yan (China)
2011: Tomas Transtromer (Sweden)
2010: Mario Vargas Llosa (Peru)
2009: Herta Mueller (Germany)
2008: Jean-Marie Gustave Le Clezio (France)
2007: Doris Lessing (Britain)
2006: Orhan Pamuk (Turkey)
Wasiat Alfred Nobel
Hadiah Nobel Sastra tetap menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia, berakar kuat pada wasiat Alfred Nobel, sang penemu dinamit, yang memiliki minat budaya dan literasi yang mendalam.
Dalam surat wasiatnya, Nobel menetapkan bahwa sebagian dari bunga kekayaannya harus diperuntukkan bagi “orang yang telah menghasilkan dalam bidang literatur karya yang paling menonjol dalam arah ideal.”
Nobel, yang perpustakaannya kaya akan literatur berbagai bahasa dan bahkan mencoba menulis fiksi di tahun-tahun akhir hidupnya, menjadikan Sastra sebagai kategori hadiah keempat yang ia cantumkan. Pilihan ini mencerminkan apresiasi seumur hidupnya terhadap kekuatan kata-kata.
Hadiah Nobel Sastra dianugerahkan oleh Akademi Swedia di Stockholm, Swedia. Sepanjang sejarahnya, penghargaan ini telah mengakui total 121 penerima (laureates) dari 117 hadiah yang diberikan. Penghargaan ini juga telah mencatat keberagaman usia, dengan penerima termuda berusia 41 tahun dan tertua mencapai 87 tahun.
Meskipun didominasi pria, 18 perempuan tercatat telah memenangkan Nobel Sastra, menandai kontribusi signifikan mereka terhadap literatur dunia.
Penghargaan ini terus mengundang perhatian global setiap tahunnya, merayakan karya-karya sastra yang dianggap paling menonjol dan visioner, sejalan dengan cita-cita Alfred Nobel. Informasi lengkap mengenai daftar penerima dan proses nominasi dapat diakses melalui sumber-sumber resmi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply