7 Tips Amankan Akun Investasi Bebas Hacker Ala BNI Sekuritas, Tetap Butuh Peran Aktif Pengguna

Sistem Keamanan yang Sedang Diserang Hacker (KalderaNews/Ist)
Sistem Keamanan yang Sedang Diserang Hacker (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Era investasi online telah mengubah cara mengelola keuangan. Hanya bermodalkan ponsel, kini siapa pun bisa membuka Rekening Dana Nasabah (RDN), membeli saham, hingga memantau portofolio. Namun, di balik kenyamanan ini, terdapat risiko besar: kejahatan siber.

Data pribadi dan akses finansial menjadi incaran peretas, terutama jika keamanan akun tidak dijaga optimal.

Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menegaskan bahwa keamanan akun merupakan fondasi utama dalam berinvestasi. Menurutnya, sistem canggih sekalipun membutuhkan peran aktif pengguna.

SIMAK JUGA: BNI Sekuritas Ajak Investor Kenali 3 Tipe Profil Risiko Investasi: Konservatif, Moderat dan Agresif

“Teknologi pada platform investasi digital saat ini sudah sangat canggih. Namun, sistem keamanan yang kuat tetap membutuhkan peran aktif dari pengguna agar pelindungan menjadi maksimal,” ujar Teddy.

Setiap pengguna layanan keuangan digital harus memahami dua prinsip dasar: pencegahan dan kewaspadaan.

7 Langkah Pencegahan Optimal

Langkah-langkah pencegahan ini efektif untuk mencegah pencurian data dan penyalahgunaan akun.

  1. Jaga Kerahasiaan Kredensial
    Informasi username dan password tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas resmi dari sekuritas atau bank. Petugas resmi tidak akan pernah meminta kredensial tersebut.
  2. Gunakan Kombinasi Kata Sandi yang Kuat dan Ubah Berkala
    Pastikan password memenuhi standar keamanan tinggi:
  • Memiliki panjang minimum yang cukup.
  • Menggunakan kombinasi huruf besar-kecil, angka, dan simbol.
  • Hindari penggunaan informasi pribadi yang mudah ditebak (seperti tanggal lahir atau nama keluarga). Kata sandi perlu diubah secara rutin.
  1. Aktifkan Autentikasi Multi-Faktor (MFA)
    Fitur ini harus diaktifkan jika tersedia (seperti OTP atau token) sebagai lapisan pelindungan tambahan, memastikan akses tetap aman meskipun kata sandi diketahui pihak lain.
  2. Gunakan Perangkat dan Jaringan yang Aman
    Akses akun investasi dihindari melalui Wi-Fi publik atau jaringan yang tidak aman (hotspot gratis). Jaringan publik rentan terhadap serangan yang dapat mencuri data.
  3. Selalu Logout Setelah Transaksi Selesai
    Kebiasaan untuk selalu keluar (logout) dari akun setelah menyelesaikan transaksi atau memantau portofolio adalah penting, terutama saat menggunakan perangkat yang bukan milik pribadi.
  4. Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi Secara Rutin
    Pembaruan yang dirilis oleh pengembang biasanya mencakup peningkatan keamanan dan perbaikan terhadap kerentanan (bugs) yang dapat dieksploitasi oleh peretas.
  5. Verifikasi Kontak Resmi Sekuritas
    Jika menerima pesan atau pemberitahuan yang terasa mencurigakan, keasliannya harus selalu dikonfirmasi melalui aplikasi, email resmi, atau kanal resmi sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Kenali Tanda Awal Penyusupan dan Bertindak Cepat

Meskipun sudah berhati-hati, risiko keamanan digital bisa muncul kapan saja. Kewaspadaan diperlukan untuk mengenali gejala awal adanya penyusupan ke akun.

Tanda-tanda Akun Sedang Dibobol:

  • Notifikasi Login Mencurigakan: Menerima pemberitahuan login dari lokasi atau perangkat yang tidak dikenali.
  • Perubahan Data Misterius: Terjadi perubahan data penting (seperti alamat email atau nomor ponsel) tanpa sepengetahuan pemilik akun.
  • Transaksi Asing: Muncul transaksi mencurigakan (pembelian atau penjualan) yang tidak pernah dilakukan.
  • Kode OTP Tanpa Akses: Menerima kode OTP ketika pemilik akun tidak sedang berusaha mengakses atau melakukan transaksi.
  • Kegagalan Login Aneh: Kegagalan login berulang kali meskipun kata sandi yang dimasukkan sudah benar.

Tindakan Kilat yang Harus Dilakukan

Jika salah satu dari tanda-tanda tersebut dialami, penanganan yang cepat adalah kunci mencegah kerugian besar.

“Segera ubah kata sandi dan hubungi layanan pelanggan platform terkait. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah risiko kerugian yang lebih besar,” tegas Teddy.

Tindakan seketika untuk mengunci akses dan melaporkan ke pihak sekuritas adalah garis pertahanan terakhir.

SIMAK JUGA: Dana Pendidikan Anak Sebaiknya Diinvestasikan di Saham, Obligasi, atau Reksa Dana?

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*