
Video mahasiswa berjoget hingga moshing di Pendopo Ageng ISI Solo viral. Kampus membenarkan kejadian tersebut dan mohon maaf.
SURAKARTA, KalderaNews.com– Video yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa berjoget hingga melakukan moshing di Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta atau ISI Solo viral di media sosial.
Video tersebut diunggah akun Instagram @surakartahits_ dan menuai sorotan dari warganet. Dalam unggahan tersebut, akun @surakartahits_ menyoroti aksi mahasiswa yang dinilai tidak mencerminkan fungsi Pendopo Ageng sebagai ruang yang memiliki nilai budaya serta menjadi bagian dari identitas ISI Surakarta.
“IRONIS!!! Pendopo Ageng Institut Seni Indonesia Surakarta yang seharusnya menjadi ruang yang Agung, ruang yang mempresentasikan marwah dan identitas kampus justru di perlakukan seolah olah tidak mempunyai nilai apa apa,” tulis caption postingan akun Instagram @surakartahits_.
BACA JUGA:
- Begini Modus Rektor Unsoed Peras Orang Tua Maba di Jalur Mandiri
- Heboh Kasus Plagiasi Unsoed, Dosen Desak Penghargaan Dekan FT Dibatalkan
- Viral Maba UNP Jalan Jongkok, Kampus Bantah Perpeloncoan
Kampus Buka Suara
Setelah video tersebut viral, pihak ISI Surakarta telah mengumpulkan mahasiswa yang terlibat sebagai panitia kegiatan untuk meminta klarifikasi terkait kejadian tersebut. Mahasiswa yang terlibat juga disebut telah memberikan klarifikasi melalui media sosial masing-masing.
Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) ISI Surakarta, Esha Karwinarno, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurut Esha, video itu direkam saat acara penutupan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ISI Surakarta yang berlangsung pada Jumat (21/8/2026) malam. Ia menjelaskan, aksi mahasiswa berjoget terjadi setelah rangkaian utama acara Expo UKM selesai.
Esha menyebut Expo UKM merupakan agenda resmi kampus yang bertujuan memperkenalkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa kepada mahasiswa baru.
Dalam kegiatan tersebut, setiap UKM mendapat kesempatan untuk menampilkan berbagai aktivitas dan karya mereka, mulai dari seni tari, musik, kerohanian, hingga kegiatan kemahasiswaan lainnya.
Mahasiswa Berjoget Saat Acara Penutupan
Esha menjelaskan, sebelum acara ditutup, sejumlah penampilan kesenian tradisional terlebih dahulu ditampilkan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan band.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih meriah ketika sejumlah mahasiswa berjoget mengikuti musik yang dimainkan. Menurut Esha, mahasiswa yang berada dalam video tersebut sebagian besar merupakan mahasiswa senior.
Ia menilai video yang beredar hanya memperlihatkan aktivitas di luar penampilan utama dalam acara Expo UKM. Pihak kampus pun telah meminta maaf atas kejadian tersebut, terutama kepada pihak-pihak yang merasa terganggu karena aksi tersebut berlangsung di Pendopo Ageng.
Esha menyebut acara Expo UKM berakhir sekitar pukul 19.30 WIB. Ia juga mengakui bahwa penggunaan Pendopo Ageng untuk aktivitas tersebut menjadi evaluasi bagi pihak penyelenggara.
Kampus Kumpulkan Panitia dan Mahasiswa
Esha mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus. Menurutnya, ISI Surakarta terdiri dari sejumlah fakultas sehingga pemahaman mahasiswa terhadap nilai budaya dan tradisi bisa berbeda-beda.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihak kampus berencana memberikan pemahaman lebih mengenai nilai-nilai kebudayaan kepada mahasiswa.
Langkah tersebut dinilai penting agar mahasiswa dapat memahami bahwa terdapat sejumlah ruang di lingkungan kampus yang memiliki nilai budaya dan tidak dapat diperlakukan seperti tempat hiburan umum.
Kampus Pastikan Mahasiswa Tidak Mabuk
Esha juga menegaskan bahwa mahasiswa yang berjoget dan melakukan moshing dalam video tersebut tidak sedang dalam kondisi mabuk.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kegembiraan mahasiswa setelah mengikuti rangkaian acara Expo UKM. Ia mengibaratkan suasana tersebut seperti mahasiswa yang sedang menikmati pertunjukan musik.
Meski demikian, Esha mengakui bahwa lokasi kegiatan menjadi persoalan yang perlu dievaluasi. Menurut pihak kampus, aktivitas tersebut seharusnya tidak dilakukan di Pendopo Ageng yang memiliki nilai budaya dan tradisi bagi ISI Surakarta.
Esha juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak dari luar kampus yang ikut hadir dalam acara tersebut. Namun, pihak kampus tetap melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply