
TANGERANG, KalderaNews.com- Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada murid SDN Peninggalan, Kota Tangerang, Banten menjadi sorotan di media sosial.
Hal ini terjadi setelah salah satu paket diketahui berisi buah nanas utuh yang belum dikupas. Isi paket tersebut menimbulkan keheranan di kalangan orang tua.
Mereka mempertanyakan apakah komponen makanan itu sudah sesuai untuk anak sekolah. Seorang wali murid berinisial R menyampaikan pengalamannya.
BACA JUGA:
- Viral Perjuangan Petugas SPPG Samigaluh Antar Makan Bergizi Gratis dengan Motor Lewati Jalan Terjal Pegunungan
- Viral Ompreng MBG Dicuci di Air Keruh, Operasional SPPG Bandung Barat Dihentikan
- Perundungan di Grobogan Renggut Nyawa Siswa SMP, KPAI: Sekolah Belum Jadi Ruang Aman
Siswa Dapat MBG Satu Buah Nanas Utuh yang Belum Dikupas
Sewaktu menjemput anaknya dan memeriksa tas, ia menemukan paket MBG yang berisi satu buah nanas utuh lengkap dengan kulit serta durinya. Selain nanas, paket itu juga berisi makanan lain seperti roti tawar, keju, dan susu kotak.
R mengaku tidak menyangka anak SD mendapat buah nanas yang belum diolah. Ia menilai tidak semua orang tua maupun siswa mampu mengupas atau mengolah buah tersebut.
“Kebijakan Pak Presiden Prabowo sudah sangat baik. Saya hanya berharap pihak penyelenggara lebih teliti dan tidak asal memasukkan bahan makanan ke dalam paket MBG,” ujar R.
Pihak sekolah maupun penyelenggara MBG belum menyampaikan keterangan terkait alasan pemilihan nanas utuh sebagai bagian dari paket makan.
Masyarakat mengharapkan isi paket MBG ke depan bisa lebih disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak sekaligus mempertimbangkan kemudahan konsumsi.
Catatan Kasus Keracunan MBG di Tangerang
Kasus nanas utuh ini bukan satu-satunya persoalan yang sempat mencuat terkait program MBG. Terdapat sejumlah insiden sebelumnya, termasuk kasus keracunan makanan.
Pada September 2025, sejumlah murid SD di Kecamatan Setu, Tangsel mengalami keracunan massal. Berdasarkan hasil pemeriksaan, keracunan tersebut dipicu oleh bakteri seperti E.coli yang ditemukan pada makanan. Bakteri itu muncul akibat masalah sanitasi air serta distribusi yang tidak memenuhi standar.
Setelah kejadian tersebut, beberapa dapur penyedia makanan (SPPG) di Tangsel sempat ditutup sementara untuk proses evaluasi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply