
JAKARTA, KalderaNews.com – Selamat datang Januari 2026! Inilah sederet fenomena astronomi yang dapat diamati selama awal tahun ini.
Daftar fenomena astronomi Januari 2026 mencakup Supermoon hingga Okultasi.
Beberapa fenomena astronom dapat diamati secara langsung maupun menggunakan alat bantu seperti teleskop.
BACA JUGA:
- BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Warnai Tahun Baru 2026, Cek Wilayah Mana Saja yang Terdampak di Sini!
- Liburan Nataru Terancam Cuaca Ekstrem? BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sangat Lebat dan Siklon Tropis!
- Hujan Meteor Ursid Capai Puncak, Warga Indonesia Wajib Tahu Hal Ini Sebelum Menatap Langit
Berikut ini daftar fenomena astronomi selama Januari 2026:
3 Januari: Supermoon pertama 2026
Bulan purnama pertama tahun 2026 terjadi pada 3 Januari pukul 10:03 GMT di konstelasi Gemini.
Supermoon ini tampak 6 persen lebih besar dan 13 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya.
Di samping itu, pada tanggal tersebut ada fenomena hujan meteor Quadrantid. Rata-rata meteor yang dapat diamati mencapai 80 meteor per jam.
10 Januari: Jupiter pada Oposisi
Jupiter bakal mencapai oposisi pada 10 Januari 2026 pukul 08:34 GMT. Artinya, Jupiter akan berada tepat di seberang matahari di langit.
Planet Jupiter bakal bersinar dengan magnitudo -2,7 di konstelasi Gemini. Jupiter akan terbit di timur sekitar waktu matahari terbenam dan tetap terlihat sepanjang malam, tampak paling tinggi mendekati tengah malam waktu setempat.
14 Januari: Okultasi bulan Antares
Bulan sabit tipis yang diterangi 14 persen akan melewati di depan Antares, bintang kemerahan terang di rasi bintang Scorpius dan sesaat menutupinya dari pandangan.
Okultasi ini akan terjadi pukul 18:05 dan 21:55 GMT.
18 Januari: Bulan baru
Bulan baru terjadi pada 18 Januari 2026 pukul 19:52 GMT ketika bulan pada dasarnya tidak terlihat di langit.
Fenomena ini menciptakan malam tergelap sehingga menjadi waktu ideal untuk mengamati objek langit dalam yang redup.
Tidak hanya itu, hujan meteor Gamma-Ursae Minorid mencapai puncaknya pada malam itu.
Fenomena ini kemungkinan dapat diamati hingga 3 meteor per jam di langit tanpa bulan.
31 Januari: Bulan dekat Jupiter dan Pollux
Bulan yang 95 persen terang pada 31 Januari 2026 akan melintas dekat dengan Pollux (magnitudo 1,2) dan Jupiter (magnitudo -2,6) di rasi bintang Gemini.
Bulan berada dalam jarak sekitar 3 derajat dari Pollux dan 4 derajat dari Jupiter sehingga ketiganya dapat terlihat dengan nyaman dalam satu pandangan teropong.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply