
JAKARTA, KalderaNews.com–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memastikan akan membuka rekrutmen besar-besaran dosen melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Sebanyak 47 ribu formasi dosen disiapkan untuk memenuhi kebutuhan perguruan tinggi negeri di berbagai daerah.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliaro.
Ia menjelaskan bahwa rencana rekrutmen ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) agar Kemendiktisaintek menyusun proyeksi kebutuhan dosen untuk jangka panjang.
BACA JUGA:
- Bocoran CPNS 2026 Dari BKN, akan Ada Peluang Besar Dibuka
- Bocoran Terbaru! Fresh Graduate Jadi Prioritas Utama CPNS 2026! Cek Formasi yang Dibutuhkan!
- Rekrutmen CPNS 2026 akan Dibuka! Pemerintah Tengah Siapkan Anggaran, akan Ada Banyak Formasi Dibutuhkan
Ada 47 Ribu Formasi Dosen di CPNS 2026
Brian menyebut, jumlah 47 ribu formasi tersebut merupakan hasil pemetaan kebutuhan dosen yang dilakukan secara menyeluruh.
Proses perekrutan tidak akan dilakukan dalam satu tahun, melainkan dilaksanakan secara bertahap mulai 2026 hingga 2030.
“Setelah dilakukan penyusunan kebutuhan, didapatkan angkanya 47 ribu dosen. Ini merupakan proyeksi kebutuhan selama lima tahun ke depan, mulai tahun 2026 sampai 2030,” ujar Brian Yuliaro.
Lebih lanjut, Brian mengungkapkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam lima tahun mendatang, pemerintah akan memprioritaskan perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Negeri Sipil (PNS) guna menjaga kesinambungan pemerintahan, termasuk di sektor pendidikan tinggi.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh formasi dosen yang dibuka nantinya hanya melalui jalur PNS, bukan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurutnya, karakteristik profesi dosen tidak sesuai jika ditempatkan dalam sistem kerja berbasis kontrak.
“Dosen tidak cocok diangkat melalui skema PPPK karena mereka memiliki tanggung jawab melakukan penelitian di samping mengajar. Selain itu, profesi dosen membutuhkan jenjang karier yang jelas seperti asisten ahli, lektor, hingga guru besar. Sistem jenjang karier ini hanya ada di PNS, sementara PPPK tidak mengenal sistem karier tersebut,” jelas Brian.
Dengan status sebagai PNS, para dosen diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang serta termotivasi untuk mengembangkan karier akademik hingga jenjang tertinggi. Hal ini diyakini akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.
Seiring dengan tuntutan mutu pendidikan tinggi yang semakin tinggi, Kemendiktisaintek juga menetapkan persyaratan kualifikasi pendidikan yang ketat.
Jadwal CPNS 2026 Masih Menunggu Keputusan Lebih Lanjut
Rekrutmen dosen ini akan dibuka bagi lulusan Magister (S2) dan Doktor (S3). Lulusan S2 dibutuhkan untuk mengajar pada jenjang sarjana, sementara lulusan S3 diharapkan dapat memperkuat riset serta program pascasarjana di perguruan tinggi negeri.
Meski jumlah kebutuhan telah ditetapkan, jadwal resmi pembukaan seleksi CPNS dosen masih menunggu keputusan lebih lanjut.
Saat ini, Kemendiktisaintek masih berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyelaraskan jadwal, rincian formasi, serta penempatan dosen di masing-masing institusi pendidikan.
“Soal kapan waktu pasti pembukaan seleksinya, jadwalnya belum ditetapkan. Begitu pula untuk detail formasi dan dibuka untuk kampus apa saja, penetapannya masih dalam proses,” tambah Brian.
Sambil menunggu pengumuman resmi, calon pelamar diimbau mulai mempersiapkan kelengkapan administrasi serta memperkuat portofolio akademik dan penelitian.
Informasi lanjutan terkait rekrutmen dosen CPNS ini akan diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal seleksi nasional ASN.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply