
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Awan mendung kembali menyelimuti pasar kripto dalam 24 jam terakhir.
Aset kripto nomor satu, Bitcoin (BTC), terpantau melorot hampir 7% dan kini tengah berjuang mati-matian di level psikologis US$70.000 (sekitar Rp1,17 miliar).
Kekhawatiran mulai menjalar di kalangan investor. Pasalnya, jika level pertahanan US$70.000 ini jebol, pasar dikhawatirkan akan masuk ke fase kepanikan yang lebih dalam.
SIMAK JUGA: Horor Pasar Kripto, Bitcoin Terperosok ke US$60.000, Ramalan “Spiral Kematian” Mengintai
Namun, di tengah koreksi masal ini, fenomena menarik muncul: beberapa aset justru menunjukkan taji dan bergerak berlawanan arah dengan sang “raja” kripto.
Berikut adalah tiga aset yang diprediksi menjadi tempat “berlindung” saat Bitcoin sedang tak menentu:
The White Whale (WHITEWHALE): Si “Anomali” dari Ekosistem Solana
Di saat Bitcoin memerah, WHITEWHALE justru tampil perkasa dengan kenaikan mencapai 20% dalam sehari. Aset berbasis Solana ini memiliki korelasi negatif sebesar –0,67 dengan Bitcoin, yang artinya harganya seringkali naik justru saat Bitcoin turun.
- Target Harga: Secara teknikal, ia sedang bergerak dalam tren naik (bullish channel). Jika berhasil menembus angka Rp2.398 per keping, WHITEWHALE diprediksi bisa terbang hingga Rp3.789 atau naik sekitar 58%.
- Risiko: Investor perlu waspada jika harga jatuh di bawah Rp1.459.
Bitcoin Cash (BCH): “Adik” yang Lebih Tenang
Meski namanya mirip, nasib Bitcoin Cash (BCH) saat ini jauh lebih stabil dibanding kakaknya. Saat pasar rontok 7%, BCH hanya terkoreksi tipis sekitar 1%. Data menunjukkan para pemegang BCH jangka panjang cenderung “setia” dan tidak ikut-ikutan panik menjual aset mereka.
- Sinyal Positif: Penjualan koin lama turun drastis hingga 56%, menandakan kepercayaan pasar yang kuat.
- Target Harga: Jika mampu bertahan di atas Rp8,7 juta, BCH punya peluang besar untuk kembali mendaki ke level Rp10,3 juta hingga Rp11,8 juta.
Hyperliquid (HYPE): Jagoan Baru yang Tahan Banting
HYPE menjadi sorotan karena performanya yang sangat kontras dengan kondisi pasar. Dalam sebulan terakhir, saat Bitcoin turun 24%, HYPE justru meroket hampir 28%. Korelasi negatifnya bahkan lebih tajam dari WHITEWHALE, yakni mencapai –0,71.
- Pola Teknikal: Saat ini HYPE sedang dalam fase istirahat (konsolidasi) setelah reli panjang. Jika berhasil menembus angka Rp584.630, analis memprediksi potensi kenaikan lanjutan yang fantastis hingga mencapai Rp1,1 juta.
- Batas Aman: Struktur kenaikan ini tetap valid selama harga tidak anjlok ke bawah Rp400 ribuan.
SIMAK JUGA: Bitcoin Runtuh Tak Terbendung, Kekayaan Triliunan Menguap dalam Sekejap
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply