JAKARTA, KalderaNews.com – Data terbaru BMKG dan analisis pakar BRIN menunjukkan indikasi bahwa tanggal Idulfitri 2026 bakal berbeda! Begini penjelasannya!
Umat Muslim di Indonesia tampaknya harus bersiap menghadapi potensi perbedaan tanggal perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Lantaran, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah resmi menetapkan tanggal Lebaran, yaitu pada 20 Maret 2026.
BACA JUGA:
- Kapan Tanggal Lebaran 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat dan Prediksi Idulfitri 1447 H
- Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, BRIN Ungkap Alasan Idulfitri Bisa Beda Tanggal!
- Beda! Tanggal Idulfitri 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah?
Muhammadiyah: Idulfitri 20 Maret 2026
PP Muhammadiyah menjadi organisasi pertama yang memberikan kepastian.
Berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Idulfitri 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini didasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menurut perhitungan mereka, posisi bulan pada Kamis malam sudah memenuhi syarat untuk berganti bulan, sehingga warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Id pada Jumat pagi.
Analisis BRIN & BMKG
Berseberangan dengan Muhammadiyah, Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, memprediksi Idulfitri kemungkinan besar baru akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Mengapa berbeda? Kuncinya ada pada Kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang digunakan pemerintah.
Syarat sahnya bulan baru menurut kriteria ini adalah:
- Tinggi Hilal: Minimal 3 derajat.
- Elongasi (jarak sudut Bulan-Matahari): Minimal 6,4 derajat.
Berdasarkan data BMKG, pada saat matahari terbenam tanggal 19 Maret 2026, ketinggian hilal di Indonesia hanya berkisar antara 0,91° hingga 3,13°, sementara elongasinya masih di bawah ambang batas 6,4°.
“Secara astronomis, posisi hilal pada 19 Maret malam belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya istikmal atau penggenapan Ramadhan menjadi 30 hari,” ujar pakar BRIN tersebut.
Kapan Sidang Isbat digelar?
Sementara, Kementerian Agama dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat pada Kamis, 19 Maret 2026 di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta.
Sidang ini akan menjadi penentu final bagi pemerintah untuk memutuskan apakah Lebaran jatuh pada Jumat atau Sabtu.
Meski ada potensi perbedaan, para tokoh agama mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan menghargai metode yang digunakan oleh masing-masing pihak.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply