Viral! Demi Bisa Sekolah, Siswa Ini Pakai Lori untuk Seberangi Sungai

Viral! Demi Sekolah, Siswa Seberangi Sungai Pakai Lori di Pesisir Selatan (KalderaNews/Tangkapan layar Instagram @sumbarkita)
Sharing for Empowerment

Viral siswa di Pesisir Selatan seberangi sungai pakai lori demi bisa sekolah. Ini penjelasan BPJN terkait kondisi jembatan rusak.

PESISIR SELATAN, KalderaNews.com – Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan momen menegangkan saat sejumlah siswa menyeberangi sungai menggunakan lori di Pesisir Selatan.

Lori sendiri adalah alat kecil pengangkut barang atau material. Aksi tersebut sontak menarik perhatian warganet karena dinilai berisiko.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Para siswa terpaksa menggunakan cara tersebut demi tetap bisa berangkat ke sekolah setelah jembatan penghubung di wilayah itu tidak lagi dapat difungsikan secara optimal.

Sejumlah warga pun harus mencari alternatif untuk menyeberangi Sungai Batang Lumpo, baik untuk bersekolah maupun bekerja.

BACA JUGA:

Jembatan sudah rusak sejak tahun 2024

Tokoh masyarakat setempat, Atiang Zulbandri, menjelaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sejak jembatan rusak akibat banjir pada Maret 2024.

Awalnya, jembatan masih bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor, tetapi tidak untuk kendaraan roda empat. Situasi berubah sejak pertengahan Februari 2026, ketika jembatan tersebut mulai dibongkar untuk pembangunan ulang.

“Namun pada pertengahan Februari 2026 ini jembatan yang rusak itu dibongkar untuk dibuatkan jembatan baru yang bisa dilewati sepeda motor dan mobil, sejak pembongkaran itulah warga mulai menyebrangi sungai,” kata Atiang.

Lori pun dimanfaatkan sebagai solusi sementara, terutama saat debit air sungai meningkat dan arus menjadi deras sehingga berisiko jika diseberangi dengan berjalan kaki.

“Lori itu digunakan hanya ketika banjir dan air sungai besar deras, sedangkan ketika air sungai tidak besar, anak-anak sekolah dan warga hanya menyebrangi sungai secara langsung dengan jalan kaki,” ujarnya.

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kampuang Sawah Liek dengan Kampuang Alai dan Ladang Tinggi.

Jalur ini digunakan oleh pelajar, termasuk siswa SDN 12 Limau Gadang Lumpo, serta masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.

Pembangunan jembatan baru diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan ke depan.

BPJN Sumatera Barat buka suara

Sementara itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memberikan klarifikasi terkait video viral tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN Sumbar, Gina Tampubolon, menyebut penggunaan lori hanya bersifat sementara dan terjadi dalam kondisi tertentu, yakni saat debit air sungai sedang tinggi.

Menurutnya, kondisi yang terlihat dalam video tidak mencerminkan situasi normal di lokasi tersebut. Biasanya, warga dan siswa masih bisa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki saat debit air normal.

“Jadi bukan seperti hal yang dipikirkan. Itu hanya seketika. Karena saat itu debit sungai sedang tinggi. Biasanya kalau debit sungai normal, siswa dan masyarakat bisa berjalan kaki menyebrang sungai,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan gantung di lokasi tersebut saat ini tengah berlangsung. Proyek tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan dikerjakan oleh BPJN Sumbar.

“Kami sampaikan bahwa pemda mengusulkan pembangunan jembatan gantung kepada pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian PU. Yang mengerjakan BPJN. Karena Pemkab keterbatasan anggaran,” terangnya.

Meski demikian, status jembatan tersebut tetap berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, mengingat keterbatasan anggaran daerah dalam pembangunan infrastruktur secara mandiri.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*