WAY BUNGUR, KalderaNews.com – Sebuah video yang menampilkan kondisi memprihatinkan para pelajar dan warga di Way Bungur beredar luas di media sosial.
Para pelajar harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi Sungai Kali Pasir di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Mereka terpaksa menggunakan perahu getek yang kondisinya rapuh karena jembatan penghubung di wilayah tersebut mangkrak selama bertahun-tahun.
BACA JUGA:
- Viral Pelajar SMP di Kaltara Gelar Demonstrasi di Jalan Berlumpur, Sebut Perbaikan Infrastruktur Lebih Mendesak dari Program MBG
- Viral Pelajar di Krayan Kaltara Harus Lewati Jalan Berlumpur Demi Bisa ke Sekolah
- Tragedi Soto MBG di SMA 2 Kudus, Puluhan Siswa Tumbang, Begini Kronologinya!
Mengutip unggahan akun Facebook Andre Angler Liar jembatan di lokasi tersebut terakhir kali dibangun pada tahun 1960.
Di titik penyeberangan Desa Tanjung Tirto, terlihat rangka jembatan beton yang berdiri tanpa fungsi. Pembangunan jembatan itu disebut-sebut terhenti sejak dua tahun lalu.
Video Pelajar Seberangi Sungai dengan Getek Rapuh Tuai Komentar Warganet
Dalam video yang viral, terdengar suara perekam yang melontarkan protes keras terhadap kondisi tersebut.
“Perahu ini enggak ada satu pun alat keselamatan untuk mereka. Coba pikir dari situ lah. Kalian ini bagaimana kerjanya apa?”
Protes tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal dalam menangani persoalan infrastruktur vital bagi warga.
Akibat belum adanya jembatan penghubung, anak-anak sekolah, guru, dan warga setempat harus menempuh perjalanan sekitar 700 meter melintasi sungai setiap hari. Risiko semakin besar saat hujan turun dan debit air sungai meningkat dengan arus yang deras.
Kondisi ini turut memicu reaksi keras dari warganet yang menyuarakan kekecewaan dan harapan melalui kolom komentar. Beberapa di antaranya:
Kaimi: Ayo bangkit,banguuun semua warga lampung timur mana dada mu,daerah lain udah maju pembangunan nya semua cepat terlayani sedangkan disini masih dlm terpurukan,.ayo sama”kita tingkatkan control,pengawasan,pengawalan kenerja aparatur pemerintah lampung timur sebab kepercayaan kita pada pejabat”nya udah pesimis dari tahun ke tahun,berganti pimpinan bupati ga ada yg beres,..kuropsi lagi lagi kuropsi..”
Dedy Fauzan X Lowih: “Konoha no viral no tindakan lucu sekali negara Indonesia ini di korupsi triliunan ada TPI buat kesejatraan rakyatnya cuman di kasih janji janji doang.”
Erni Sri Setyowati: “Ikut nyimak, komen, biar viral dan terlaksana pembangunan jembatan nya”
Bupati Lampung Buka Suara
Menanggapi kondisi ini, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengaku telah berulang kali meninjau langsung lokasi penyeberangan tersebut.
Ia menyatakan pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya agar pembangunan jembatan bisa segera direalisasikan.
“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran, saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur telah mengajukan permohonan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, realisasi pembangunan belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply