SMAN 1 Pontianak tolak tanding ulang final LCC Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat. Inilah sosok kepala sekolahnya!
PONTIANAK, KalderaNews.com – SMAN 1 Pontianak menolak tanding ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, melalui pernyataan resmi sekolah.
Indang Maryati menyatakan, pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan. Menurutnya, keberatan yang diajukan peserta hanya bertujuan meminta penjelasan atas keputusan dewan juri dalam babak final.
BACA JUGA:
- Final LCC 4 Pilar MPR Hendak Diulang, SMAN 1 Pontianak Pilih Mundur
- Inilah Profil Lengkap 2 Juri LCC Empat Pilar MPR RI yang Bikin Geram Netizen
- Profil Shindy Luthfiana, MC LCC Kalbar yang Viral Jadi Sorotan Publik
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” kata Indang Maryati.
“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” imbuhnya.
SMAN 1 Pontianak juga menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
Ia memastikan SMAN 1 Pontianak tetap akan berpartisipasi pada ajang serupa tahun depan walaupun kompetisi tahun ini diwarnai polemik.
Profil Indang Maryati
Indang Maryati mulai memimpin SMAN 1 Pontianak sejak Juni 2023.
Ia menyelesaikan pendidikan magister ilmu sosial di Universitas Tanjungpura pada 2013.
Dalam studi pascasarjananya, Indang menulis tesis berjudul “Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak Remaja di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya”.
Tak hanya aktif di lingkungan pendidikan sebagai kepala sekolah, Indang Maryati juga beberapa kali terlibat sebagai narasumber dalam forum yang membahas isu anak dan pendidikan.
Salah satunya saat kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak dalam Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang berlangsung pada September 2025.
Selain itu, ia juga pernah hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yang diadakan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kalimantan Barat pada Juli 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Indang Maryati menyoroti peran generasi Z dalam menjaga toleransi antarumat beragama di era perkembangan digital. Ia juga menilai pendidikan multikultural penting dikenalkan sejak dini agar anak-anak mampu memahami dan menghargai keberagaman.
“Sekolah-sekolah dan universitas harus mengintegrasikan kurikulum yang mempromosikan toleransi dan dialog antaragama,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply