
Mengenal sosok Indri Wahyuni dan Dyastasita, juri LCC 4 Pilar MPR RI yang sedang viral dan menuai kritik tajam netizen.
JAKARTA, KalderaNews.com – Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh cuplikan video Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam video tersebut, keputusan juri yang menyalahkan jawaban siswa meski secara substansi benar, memicu kemarahan netizen. Sorotan tajam tertuju pada dua sosok juri utama dalam acara tersebut: Indri Wahyuni dan Dyastasita Widya Budi.
Sosok Indri Wahyuni
Indri Wahyuni menjadi salah satu sosok yang paling dicari netizen setelah video debatnya dengan peserta LCC viral.
BACA JUGA:
- Viral Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Pontianak, Juri Dituding Tak Fair
- Profil Pendidikan Jurist Tan, Eks Stafsus Nadiem Makarim, Tersangka Kasus Pengadaan Laptop Chromebook
- Profil Pendidikan Rudy Mas’ud, Gubernur Kaltim dengan Segudang Kontroversinya
Ia dikenal sebagai salah satu pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI yang bertugas mengawal jalannya kompetisi tersebut.
- Jabatan: Pejabat di lingkungan Setjen MPR RI.
- Peran: Juri LCC 4 Pilar MPR RI.
- Pemicu Kontroversi: Ia dinilai terlalu kaku karena hanya berpatokan pada teks buku tanpa mempertimbangkan pemahaman kontekstual peserta. Sikapnya yang terlihat “ngegas” saat menyalahkan siswa dianggap tidak mencerminkan nilai edukatif.
Profil Dyastasita Widya Budi (W.B)
Sosok kedua yang tidak kalah menyita perhatian adalah Dyastasita Widya Budi.
Namanya mencuat karena keterlibatannya sebagai juri dalam kompetisi yang sama di Pontianak, Kalimantan Barat.
- Jabatan: Kepala Bagian (Kabag) di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.
- Latar Belakang: Merupakan ASN yang memiliki posisi cukup strategis di birokrasi MPR.
- Sorotan Kekayaan: Berdasarkan laporan LHKPN, ia tercatat memiliki total harta kekayaan tertentu, namun yang menarik perhatian netizen adalah catatan hutang sebesar Rp 117 juta yang tertera dalam laporan tersebut.
Mengapa Netizen Geram?
Netizen merasa geram karena para juri dianggap tidak menghargai proses belajar siswa dan hanya terpaku pada hafalan kata per kata. Banyak yang menilai bahwa dalam cerdas cermat tingkat nasional, seharusnya juri memiliki kebijaksanaan untuk melihat substansi jawaban, bukan sekadar redaksi kalimat yang sama persis dengan buku panduan.
Hingga saat ini, publik masih terus menagih klarifikasi dari pihak MPR RI terkait kompetensi juri dan keadilan dalam penilaian lomba tersebut demi menjaga semangat belajar para siswa di daerah.
Reaksi warganet terhadap insiden ini dipenuhi dengan kritik tajam dan kekecewaan atas sikap juri serta pembawa acara. Musisi Fiersa Besari melalui akun X miliknya menyindir juri dengan mempertanyakan apakah ajang tersebut merupakan Cerdas Cermat atau ajang pencarian bakat karena mempermasalahkan artikulasi peserta.
Akun @sri_gunadi menilai juri tersebut tidak berkualifikasi serta memalukan karena telah merusak mental anak-anak, terutama juri yang memberikan nilai minus dan mempermasalahkan artikulasi.
Senada dengan hal tersebut, @kalijaga113 menegaskan bahwa masalah utamanya bukanlah artikulasi, melainkan juri yang tidak fokus dan arogan karena enggan mengakui kesalahan mereka. Kritik juga mengalir pada kurangnya empati dan sportivitas dari pihak penyelenggara.
Akun @rV230523 menyoroti sikap juri yang tidak meminta maaf dan justru menyalahkan peserta, serta menyesalkan pernyataan pembawa acara yang meminta peserta menerima keputusan juri yang diklaim kompeten padahal jelas melakukan kesalahan.
Akun @MDalwayssmile mengusulkan agar kedua juri dan pembawa acara diberikan efek jera karena dianggap melecehkan argumen benar dari peserta dan menunjukkan sikap rasis terkait artikulasi.
Ada juga akun @orenjjisun yang mengungkapkan kekesalannya terhadap sikap juri yang antikritik dan emosional, padahal mereka bisa meminta pengulangan jawaban atau mengecek rekaman jika memang kurang mendengar dengan jelas.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply