
Dua mahasiswa UNP jadi korban peluru nyasar diduga dari latihan tembak TNI. Berikut kronologi lengkap kejadiannya.
PADANG, KalderaNews.com- Dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dilaporkan menjadi korban penembakan diduga akibat peluru nyasar pada Selasa, 2 Juni 2026.
Akibat insiden tersebut, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Rekaman saat korban dievakuasi pun ramai beredar di media sosial.
Salah satu unggahan dibagikan akun X @murtadhaone1 pada Juni 2026.
“Detik-detik dua mahasiswa Universitas Padang tertembak di depan gedung rektorat,” ujarnya.
Dalam video yang beredar, terlihat dua mahasiswa digotong menuju ambulans oleh sejumlah orang di lokasi kejadian.
BACA JUGA:
- Profil Pendidikan Tyler Robinson Tersangka Kasus Penembakan Charlie Kirk yang Jadi Sorotan Dunia, Ternyata Seorang Mahasiswa
- Keluarga Penembakan Siswa SMKN 4 Semarang Mendapat Intervensi, Diminta untuk Buat Video Klarifikasi
- Inilah Sosok Ayla Naznin Amira Hantoro, Siswi SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, Peraih Nilai Sempurna ASPD
Kronologi dua mahasiswa UNP tertembak peluru nyasar
Peristiwa penembakan diketahui terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, kedua mahasiswa tengah berada di area alun-alun depan gedung rektorat Universitas Negeri Padang bersama teman-temannya.
UNP diketahui berada tidak jauh dari lokasi latihan tembak TNI di kawasan Lapai. Jarak lokasi latihan dengan kampus induk UNP disebut sekitar 800 meter. Pada waktu yang sama, terdengar suara tembakan dari arah lokasi latihan tersebut.
Dua mahasiswa yang menjadi korban diketahui bernama Nova Wirantika dan Guruh Guino. Keduanya mengalami luka akibat terkena peluru yang diduga nyasar ke area kampus.
Setelah insiden terjadi, korban segera dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis. Video proses evakuasi itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya latihan menembak pada hari kejadian.
“Latihan yang dilakukan Batalyon DTP Singgalang itu dari pagi hingga sore hari menggunakan senjata laras panjang. Lokasi latihan sekitar 800 meter dari kampus,” tandasnya.
Insiden tersebut memicu berbagai komentar dari warganet yang mempertanyakan keamanan area latihan tembak yang berada dekat permukiman dan kampus.
“Info dari teman di Padang jarak unp di akhir tawar dengan Lapangan Tembak lapai itu sekitar 800 M diantaranya berjajar Perumahan warga. Kalau memang dari Lapangan Tembak itu kenapa pelurunya bisa bermanfaat melewati Perumahan warga,” ujar akun @andalasbourne.
“Padahal di situ ada mall dan banyak rumah yang ada jalan raya yang rame banget. Penjelasan ilmiahnya gimana ini,” jelas akun @izycase_id.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply