Mitos atau Fakta: Belajar Multibahasa Bikin Anak Speech Delay, Simak Tipsnya!

Ilustrasi bahasa asing. Jago bahasa asing tanpa kursus dapat menjadi resolusi 2021 untuk meningkatkan keahlian. (KalderaNews/Ist)
Ilustrasi bahasa asing. Jago bahasa asing tanpa kursus dapat menjadi resolusi 2021 untuk meningkatkan keahlian. (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Anggapan belajar lebih dari satu bahasa (multibahasa) pada balita bikin delay hanyalah mitos. Simak tip Stella Christie.

JAKARTA, KalderaNews.com – Banyak orang tua khawatir bahwa mengenalkan lebih dari satu bahasa (multibahasa) kepada balita dapat menyebabkan keterlambatan bicara (speech delay). Namun, benarkah anggapan ini?

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Prof. Stella Christie, Ph.D., seorang pakar dan ilmuwan ilmu kognitif (cognitive science), secara tegas menyatakan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos belaka.

BACA JUGA:

Penelitian sains justru membuktikan sebaliknya: anak-anak yang dibesarkan dengan dua atau tiga bahasa (bilingual/multilingual) memiliki perkembangan kognitif yang jauh lebih cerdas dan adaptif.

Bukti Riset Sains: Multibahasa Bikin Otak Anak Lebih Pintar

Menurut Prof. Stella Christie, riset kognitif justru menemukan bahwa kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa memberikan dampak positif signifikan bagi perkembangan otak anak.

“Anak yang bisa multibahasa justru lebih pintar secara kognitif,” ujar Stella dikutip dari akun Instagram resminya @prof.stellachristie.

Bukti keunggulan atau superpower multibahasa ini diperkuat oleh temuan ilmiah dari peneliti terkemuka dunia, seperti Janet Werker dari University of British Columbia dan Viorica Marian dari Northwestern University.

Studi mereka menunjukkan bahwa otak anak multibahasa terlatih untuk melakukan pemrosesan informasi yang lebih kompleks.

Manfaat Jangka Panjang: Mencegah Alzheimer di Usia Lanjut

Manfaat penguasaan bahasa tidak berhenti di masa kecil. Riset menunjukkan bahwa kapasitas multilingualism membangun cognitive reserve (cadangan kognitif) yang melindungi fungsi otak hingga usia tua.

“Bahkan penelitian sains justru melihat anak yang bisa multibahasa, ketika berusia lanjut, probabilitas untuk Alzheimer jauh berkurang,” tambah Stella.

Indonesia: Surga “Superpower” Multibahasa Dunia

Di tingkat global, anak-anak Indonesia berada dalam posisi yang sangat diuntungkan untuk mengasah kecerdasan kognitif ini. Indonesia tercatat sebagai:

  • Negara kedua dengan keragaman bahasa daerah terbanyak di dunia.
  • Peringkat pertama dalam The Top Three Bilingual/Multilingual Countries, mengungguli negara seperti Israel dan Spanyol.

Hal ini menjadikan masyarakat Indonesia alami sebagai penutur multilingual yang mampu menguasai tiga bahasa sekaligus (bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing) sejak dini.

Tips Prof. Stella Christie: Cara Melejitkan Potensi Otak Anak Lewat Bahasa Daerah

Bagaimana orang tua bisa mengoptimalkan kemampuan multilingualism anak di rumah tanpa bingung? Prof. Stella memberikan panduan praktis yang mudah diterapkan sehari-hari:

  1. Rutin Latihan Bercerita dalam Bahasa Daerah: Ajak anak menceritakan kembali apa yang dialami dan dipelajari di sekolah menggunakan bahasa daerah yang biasa digunakan di rumah atau lingkungan sekitar.
  2. Uji Pemahaman Anak secara Natural: Ketika anak berhasil menceritakan kembali pelajaran sekolah (yang diajarkan dalam bahasa Indonesia) ke dalam bahasa daerah, hal itu menandakan otak anak sudah memahami konsep materinya secara mendalam, bukan sekadar menghafal kata.

“Dijamin, tiap hari seperti ini anak-anak kita akan pintar,” jelas Wamen Stella.

Mengajarkan anak lebih dari satu bahasa tidak menyebabkan speech delay. Jangan ragu membesarkan anak dengan kombinasi bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa internasional.

Dengan memberikan stimulasi interaktif di rumah, orang tua membantu melatih ketajaman kognitif anak sekaligus merawat warisan budaya bangsa.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


195 views