
Tradisi gaur bangku viral di media sosial. Siswa dan orang tua rela datang sejak subuh demi mendapatkan kursi depan di hari pertama sekolah.
BANTEN, KalderaNews.com– Fenomena orang tua berebut tempat duduk untuk anak pada hari pertama sekolah menjadi sorotan publik setelah video tradisi gaur bangku viral di media sosial.
Tradisi tersebut terjadi di SD Negeri 2 Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, dan terlihat di SD Negeri Bojong Nangka, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Senin (13/7/2026).
Di SD Negeri Bojong Nangka, para wali murid telah memadati ruang kelas sejak pagi demi mendapatkan posisi duduk yang dianggap paling ideal bagi anak-anak mereka.
BACA JUGA:
- Viral! Ibu-Ibu Adu Mulut Berebut Kursi Paling Depan untuk Anaknya di Hari Pertama Sekolah
- Miris! Tolak Tukar Kursi, Siswi di Kalbar Dijerat Tali Rafia
- Viral Guru di Bolmut Tidak Diterima Ditegur, Ngamuk dan Pecahkan Kaca Kelas
Rela datang sejak subuh demi kursi depan
Kursi di barisan depan menjadi yang paling banyak diburu karena dinilai membuat siswa lebih mudah mengikuti pelajaran sekaligus memudahkan guru mengawasi proses belajar.
Beberapa orang tua bahkan datang sejak pukul 06.00 WIB agar tidak kehabisan tempat. Salah seorang wali murid bernama Wati mengaku sengaja berangkat lebih pagi karena khawatir anaknya tidak memperoleh kursi yang diinginkan.
Ia bersyukur anaknya berhasil mendapat tempat di barisan kedua sehingga diyakini lebih mudah melihat guru saat belajar.
Hal serupa juga disampaikan wali murid lainnya, Fitri. Ia mengaku telah bersiap sejak usai salat Subuh agar anaknya bisa memperoleh bangku yang dinilai dapat membantu lebih fokus mengikuti pelajaran.
Setelah mengantar anak ke kelas, sebagian orang tua tetap menunggu di sekitar sekolah hingga kegiatan belajar selesai. Mereka ingin memberikan rasa aman kepada anak yang baru menjalani hari pertama sekolah.
Fenomena serupa juga berlangsung di SD Negeri 2 Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Di sekolah ini, masyarakat setempat mengenal tradisi tersebut dengan sebutan gaur bangku.
Awal mula tradisi gaur bangku
Tradisi gaur bangku merupakan kebiasaan siswa sekolah dasar bersama orang tua yang berlomba mendapatkan tempat duduk terbaik saat hari pertama masuk sekolah atau ketika naik kelas.
Dalam bahasa Sunda, kata gaur merujuk pada tindakan mengambil atau menguasai sesuatu dengan cepat, sehingga tradisi ini identik dengan aksi berebut bangku.
Bahkan sebelum matahari terbit, puluhan siswa bersama orang tua mereka telah berkumpul di depan gerbang sekolah.
Bahkan, ada orang tua yang sudah datang ke lokasi sekitar pukul 05.24 WIB. Di video yang beredar, gerbang bahkan masih tertutup dan sudah dipenuhi para siswa yang menunggu giliran masuk.
Sesaat setelah gerbang dibuka, mereka langsung berlari menuju ruang kelas masing-masing untuk mengamankan bangku pilihan, terutama kursi di barisan paling depan.
Bagi warga setempat, tradisi tersebut bukan sekadar memperebutkan tempat duduk. Posisi bangku dipercaya dapat membantu anak lebih fokus menerima pelajaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan semangat sekaligus prestasi belajar.
Seorang siswa kelas I, Ikbal (7), mengaku berangkat dari rumah sejak pukul 05.00 WIB bersama ibunya agar bisa memperoleh kursi yang diinginkan.
Meski akhirnya hanya mendapatkan bangku di barisan kedua, ia tetap merasa senang karena yakin posisi tersebut dapat membuatnya lebih fokus belajar dan menjadi lebih pintar.
Viral di media sosial, tuai beragam tanggapan
Video yang memperlihatkan tradisi gaur pun kemudian viral di media sosial dan mengundang beragam komentar dari warganet. Sebagian menganggap tradisi tersebut sudah tidak relevan karena penempatan tempat duduk seharusnya diatur oleh guru agar lebih adil.
“Biar apa 😢,” tulis akun @sinarkharisma.
“Biar depan terlihat,” komentar @jasadmadhan.
Sejumlah guru juga ikut menanggapi video tersebut. Ada yang menyebut posisi duduk biasanya akan dirotasi secara berkala sehingga berebut kursi sejak pagi tidak terlalu berpengaruh.
“Sorry sbg guru saya suka rolling bangku tiap pekan, gak ngaruh kek gtu,” tulis akun @indaahrsari.
“Pagi-pagi cari bangku, ujung-ujungnya di-rolling lagi sama guru 😂😂😂,” komentar @abduldopar.
Komentar serupa juga disampaikan akun @de_bowo16 yang menulis, “Perasaan sekarang juga sama guru diputerin tiap hari.”
Sebagian warganet menilai sistem pengundian atau pergiliran bangku jauh lebih adil dibanding harus berebut sejak dini hari.
“Sistem purba 😂. Di sekolahan anakku setiap Senin diundi, nanti dapat bangku nomor berapa. Kenapa ya gurunya enggak seperti itu?” tulis @windah.fitriyah.
“Lebay banget, di sekolah anakku yang nentuin gurunya biar adil,” komentar @rkania69.
Ada pula yang mengenang pengalaman masa sekolah mereka. Beberapa mengaku justru lebih nyaman duduk di bangku belakang, sementara yang lain mengingat sistem pergiliran tempat duduk yang diterapkan guru.
“Gw mah lebih nyaman di belakang wkwkwk,” tulis @setiawanadhi137.
“Sebenarnya ya digilir gitu loh per pekan, gantian. Seperti zamanku dulu,” komentar @yamanjavadutcdestend99.
Sementara akun @zikin090 mengenang pengalaman berbeda saat masih sekolah. “Zamanku yang berangkat terakhir malah dapat depan guru, yang berangkat awal pada milih belakang,” tulisnya.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply