Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta Peringatkan Aksi AMPB di DPR

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI
Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta dorong dialog dan jaga demokrasi jelang aksi AMPB di Gedung DPR RI 27 Agustus.

JAKARTA, KalderaNews.com – Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta resmi merespons rencana penyampaian pendapat di muka umum yang akan digelar oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR/MPR/DPD RI pada 27 Agustus mendatang.

Menanggapi agenda tersebut, aliansi mahasiswa Jakarta ini secara tegas mendorong agar seluruh elemen masyarakat, khususnya massa AMPB, lebih mengedepankan pendekatan dialogis dan damai dalam menyampaikan aspirasi.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator BEM Persatuan se-DKI Jakarta sekaligus Presiden BEM Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Ikhsan Buyung Kalean, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026).

BACA JUGA:

“Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif, saling menghormati perbedaan pandangan, serta menjaga ruang demokrasi agar tetap menjadi sarana penyampaian gagasan yang bermartabat dan berorientasi pada kepentingan bangsa,” kata Ikhsan Buyung Kalean.

Ikhsan menambahkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang, tetapi penerapannya harus diimbangi dengan tanggung jawab menjaga ketertiban umum dan kepentingan masyarakat luas.

Imbauan Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta

Guna menyikapi dinamika rencana aksi massa AMPB di Jakarta, Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta merumuskan lima pilar sikap utama:

NoPoin SikapFokus & Imbauan
1Hak & Tanggung Jawab DemokrasiMenghormati kebebasan berpendapat di muka umum secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
2Aspirasi Inklusif & ProporsionalMenghargai keberagaman pandangan sebagai kekayaan demokrasi yang disampaikan secara proporsional.
3Etika & Penghormatan LembagaMenyampaikan kritik kebijakan publik secara santun serta menjaga marwah institusi negara.
4Pendekatan Solutif & KondusifMenawarkan gagasan dan solusi nyata, bukan sekadar menyampaikan perlawanan atau kritik.
5Persatuan di Tengah PerbedaanMengelola perbedaan pandangan secara dewasa dalam bingkai persaudaraan kebangsaan.

Menjaga Etika Demokrasi dan Solusi Nyata

Dalam keterangannya, Ikhsan menekankan bahwa keberhasilan gerakan mahasiswa dan masyarakat tidak hanya diukur dari kerasnya kritik yang disuarakan, melainkan dari bobot gagasan serta solusi yang ditawarkan kepada pemerintah maupun lembaga legislatif.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika demokrasi dan kondusivitas keamanan di Ibu Kota menjelang aksi 27 Agustus. Pihaknya berharap forum dialog antara perwakilan masyarakat dan wakil rakyat di Senayan dapat tercipta secara terbuka tanpa memicu gesekan fisik maupun gangguan ketertiban umum.

“Persatuan tidak berarti menghilangkan keberagaman pandangan, melainkan memastikan bahwa setiap perbedaan dapat dikelola secara dewasa dalam bingkai kebangsaan dan kepentingan bersama,” tutup Ikhsan.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


235 views