Kecelakaan maut di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan menewaskan lima mahasiswa KKN, seorang pendamping desa, dan sopir truk tangki.
TANAH BUMBU, KalderaNews.com- Lima mahasiswa yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) meninggal dunia setelah mobil pikap yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan sebuah truk tangki di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Insiden tragis yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) itu juga merenggut nyawa seorang pendamping desa dan sopir truk tangki, sehingga total korban meninggal dunia mencapai tujuh orang.
Sementara itu, satu mahasiswa lainnya berhasil selamat meski mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.
BACA JUGA:
- Baru Lulus S2 UNJ, Guru SD Jadi Korban Kecelakaan Kereta Ap
- Duh! Kepala Sekolah SMA Vons Fitae 2 Marsudirini Koja Tewas dalam Kecelakaan di Tol Unggaran! Berikut Nama Korban Lain!
- Kecelakaan Maut Purworejo Renggut Guru PAUD, Inilah Identitas Lengkap 11 Korban Asal Mendut Magelang
Kronologi Kecelakaan Mahasiswa KKN di Tanah Bumbu
Kecelakaan terjadi di jalur alternatif Batulicin–Banjarbaru, tepatnya di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, sekitar pukul 13.00 Wita.
Kapolsek Mantewe AKP Kusnin membenarkan adanya kecelakaan tersebut dan menyatakan bahwa insiden itu mengakibatkan tujuh korban meninggal dunia.
Mobil pikap Suzuki Carry yang mengangkut para mahasiswa KKN bertabrakan dengan sebuah truk tangki. Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian kabin depan pikap.
Empat korban sempat terjepit di kendaraan
Petugas ambulans Puskesmas Mantewe, Rahman, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari Polsek Mantewe dan langsung menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, sebagian korban telah dievakuasi warga menggunakan mobil pikap yang melintas. Namun, empat korban lainnya masih terjebak di dalam kendaraan yang ringsek akibat benturan.
Menurut Rahman, tiga mahasiswa berada di kabin depan mobil pikap, sedangkan sopir truk tangki juga masih terjepit di dalam kabinnya sehingga proses evakuasi harus dilakukan secara bertahap.
Benturan yang sangat keras menyebabkan sebagian besar korban mengalami luka berat, terutama pada bagian kepala dan kaki. Seluruh korban yang ditemukan dalam kondisi terjepit dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Proses evakuasi dilakukan secara bergantian karena keterbatasan jumlah ambulans, Dua jenazah perempuan terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Mantewe. Setelah itu, ambulans kembali ke lokasi untuk mengevakuasi korban lain, termasuk pengemudi truk tangki.
Saat proses evakuasi berlangsung, petugas kepolisian, personel TNI, tenaga kesehatan, dan warga sekitar turut membantu penanganan korban di lokasi kecelakaan.
Satu mahasiswa sempat selamat
Kepala Tata Usaha Puskesmas Mantewe, Ahmad Maulana, menjelaskan bahwa empat korban pertama dibawa ke puskesmas menggunakan kendaraan warga.
Dua di antaranya telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan. Sementara itu, pendamping Desa Batulicin Irigasi, Tegar Mangku Alamsyah, dan seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), M. Fahrizal Hasbi, masih dalam kondisi hidup sehingga langsung mendapat penanganan medis.
Namun, Tegar akhirnya meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya, termasuk cedera kepala dan patah tulang pada tangan serta kaki.
Adapun Fahrizal menjadi satu-satunya korban selamat dalam insiden tersebut. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Marina Permata Batulicin untuk menjalani perawatan lanjutan karena mengalami luka berat.
Setelah proses identifikasi selesai, seluruh jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Sebagian korban dipulangkan ke daerah asal, termasuk ke Banjarbaru dan Martapura, sedangkan korban lainnya dimakamkan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan lima mahasiswa KKN, seorang pendamping desa, dan sopir truk tangki tersebut.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply