Banjir bandang di Padang merusak 40 sekolah dan meliburkan ratusan siswa. Pemkot percepat rehabilitasi gedung rusak.
PADANG, KalderaNews.com – Banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8/2026), memberikan pukulan telak bagi sektor pendidikan setempat.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 40 sekolah mengalami kerusakan dan terendam banjir, memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Padang meliburkan aktivitas belajar-mengajar demi keamanan siswa dan guru.
Kronologi dan Dampak Parah di Sejumlah Sekolah
Bencana hidrometeorologi ini dilaporkan meluap di 23 titik yang tersebar di sembilan dari 11 kecamatan di Kota Padang. Kedatangan air yang begitu cepat membuat sejumlah siswa terjebak di sekolah saat hendak pulang dan harus dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
BACA JUGA:
- BRIN Singkap Penyebab Hujan Ekstrem dan Banjir Pantura Jateng
- Banjir Terjang Sumut, Puting Beliung Hantam Aceh, Krisis Air Bersih Landa Jateng
- Nggak Ada Bosannya Banjir Terjang Bekasi: Kali Rawalumbu Meluap hingga Mobil Tersangkut di Jalan Narogong
Di SMPN 27 Padang ratusan siswanya sempat tertahan di area sekolah selama kurang lebih satu jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi petugas.
Akibat terjangan banjir tersebut, sebanyak 728 siswa SMPN 27 Padang terpaksa diliburkan. Sementara itu, para guru dialihkan untuk melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa material banjir yang mengotori lingkungan sekolah.
Dua Sekolah Alami Kerusakan Paling Parah
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengonfirmasi bahwa peniadaan proses belajar-mengajar (PBM) diberlakukan secara menyeluruh di 40 sekolah yang terdampak.
Dari puluhan fasilitas pendidikan tersebut, terdapat dua sekolah yang mengalami kerusakan terparah, yakni SMPN 41 Padang dan SDN 32 Padang.
Di kedua lokasi tersebut, bangunan sekolah tertutup oleh endapan lumpur tebal, batu-batu besar, hingga material kayu gelondongan.
- Faktor Pemicu: Menurut Fadly Amran, posisi bangunan SMPN 41 Padang yang berada tepat di tepi aliran sungai menjadi pemicu utama parahnya dampak kerusakan akibat terjangan arus air.
- Evakuasi Warga: Tercatat pula sebanyak 290 warga di berbagai titik di Padang harus dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan selama bencana berlangsung.
Langkah Cepat Pemkot Padang: Liburkan Sekolah dan Percepat Rehabilitasi
Menghadapi situasi darurat ini, Pemkot Padang bergerak cepat mengambil langkah taktis untuk mengutamakan keselamatan jiwa sekaligus memulihkan fasilitas umum.
- Pemberhentian Sementara PBM: Seluruh sekolah terdampak diliburkan agar fokus dialihkan sepenuhnya pada penanganan darurat dan pembersihan material lumpur.“Aktivitas sekolah yang terdampak, PBM-nya sudah diliburkan untuk penanganan ini. Kita usahakan dipercepat pembersihannya sehingga anak-anak bisa segera kembali belajar,” tegas Wali Kota Padang, Fadly Amran.
- Gotong Royong Massal: Guru, tenaga kependidikan, bersama unsur pemerintah bahu-membahu membersihkan ruang kelas dari sisa material banjir.
- Rehabilitasi Fisik Terpadu: Guna memperbaiki bangunan sekolah yang rusak berat akibat hantaman air dan material longsor, Pemkot Padang mendorong program rehabilitasi fisik gedung. Perbaikan ini akan dikebut melalui kolaborasi pendanaan antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemkot Padang.
Banjir bandang yang melanda Kota Padang akibat hujan lebat berintensitas tinggi sejak Senin (3/8/2026) kini telah berangsur surut per Selasa (4/8/2026) pukul 14.30 WIB, sehingga warga mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan lingkungan.
Bencana yang sempat merendam lima kecamatan utama, yakni Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter ini langsung ditangani oleh BPBD bersama Tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan masyarakat melalui proses evakuasi serta kaji cepat.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan hingga 18 September 2026, sementara BNPB terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Komitmen Pemulihan Pendidikan
Pemerintah berkomitmen agar pemulihan fasilitas pendidikan ini menjadi salah satu prioritas utama agar anak-anak didik dapat kembali mengenyam pendidikan di dalam kelas dengan aman dan nyaman dalam waktu dekat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di wilayah Sumatera Barat.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply