
Sinyal darurat 7,2 juta pengangguran: Menteri UMKM Maman Abdurrahman dorong mahasiswa jadi pencipta kerja, bukan sekadar pencari kerja
JAKARTA, KalderaNews.com – Angka pengangguran di Indonesia yang menembus 7,2 juta orang menjadi sinyal kuat bahwa strategi penyerapan tenaga kerja nasional membutuhkan transformasi besar.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya pergeseran pola pikir mahasiswa dari sekadar pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
BACA JUGA:
- Miris! Ini 5 Jurusan S1 dengan Porsi Pengangguran Tertinggi
- Benarkah Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Pengangguran Turun 4,65%?
- Alamak, Ternyata Pengangguran Jawa Barat Tertinggi Ke-3 Nasional
Ketergantungan masyarakat pada sektor formal—yang saat ini menampung sekitar 85,3 juta pekerja—dinilai menjadi salah satu pemicu utama tingginya angka pengangguran ketika laju pertumbuhan industri formal tidak sebanding dengan kelulusan angkatan kerja baru.
Tantangan Sektor Formal dan Solusi Kewirausahaan
Kondisi ketenagakerjaan saat ini menunjukkan bahwa sektor formal tidak lagi bisa dijadikan satu-satunya tumpuan harapan.
“Masih sangat jarang yang berpikir, bagaimana caranya saya lulus cepat, setelah itu saya menjadi pencipta pekerja atau entrepreneur,” ujar Maman Abdurrahman dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).
Menghadapi realita ini, keberhasilan lulusan perguruan tinggi tidak lagi cukup diukur dari seberapa cepat mereka mendapatkan pekerjaan di perusahaan atau instansi, melainkan dari keberanian mereka membuka ruang usaha baru.
Mengapa Penciptaan Wirausaha Baru Sangat Krusial?
Mereduksi Angka Pengangguran: Semakin banyak entitas usaha baru berdiri, semakin besar daya serap tenaga kerja mandiri di luar sektor formal.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Peningkatan jumlah pengusaha secara langsung berkorelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Diversifikasi Peluang Kerja: Mengurangi tekanan ketergantungan masyarakat pada lapangan kerja formal yang makin terbatas.
Peran Perguruan Tinggi sebagai Inkubator Bisnis
Maman menegaskan perlunya dorongan masif dari institusi pendidikan dan lingkungan sosial agar generasi muda memandang kewirausahaan sebagai pilihan karier strategis.
Kampus tidak boleh hanya berfokus pada kurikulum teoritis, tetapi harus bertransformasi menjadi laboratorium dan inkubator bisnis yang mencetak pengusaha tangguh.
Sebagai acuan nyata, mahasiswa dapat meneladani perjalanan pengusaha nasional Chairul Tanjung. Memulai langkah bisnisnya sejak duduk di bangku kuliah dengan berjualan buku hingga menyediakan jasa fotokopi bahan kuliah, Chairul Tanjung membuktikan bahwa wirausaha dapat dimulai dari langkah sederhana dengan memanfaatkan kebutuhan di sekitar lingkungan kampus.
Menjadikan perguruan tinggi sebagai wadah inkubasi kewirausahaan merupakan langkah konkret untuk melahirkan generasi penggerak ekonomi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply