
Pemerintah gratiskan sekolah bagi 44.000 anak miskin di 182 titik lewat data DTSEN. Cek fasilitas dan program lengkapnya di sini!
JAKARTA, KalderaNews.com – Pemerintah secara resmi memperluas jangkauan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan kondisi ekonomi orang tua tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia dalam meraih cita-cita.
BACA JUGA:
- Daftar 30 SMA Terbaik di Indonesia Versi TKA 2025 Beredar di Media Sosial, Didominasi Sekolah Unggulan
- Bersiap Jadi Sekolah Unggulan, Tarakanita Blok Pluit Perkuat Layanan dan Kualitas Pendidikan
- Wacana Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda, Apa yang Membedakannya?
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, Devi Deliani, menegaskan bahwa perluasan program ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal yang setara.
Ekspansi Program: Jangkau 182 Sekolah dan Fasilitas Permanen
Program pendidikan gratis ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan capaian pada tahun pertama pelaksanaannya.
- Jangkauan Sekolah: Melonjak pesat menjangkau 182 sekolah (naik dari sebelumnya 166 titik).
- Jumlah Penerima Manfaat: Mencakup lebih dari 44.000 peserta didik (meningkat signifikan dari sekitar 14.700 siswa pada awal program).
- Kesiapan Infrastruktur: Gedung sekolah permanen telah rampung dibangun di 93 titik dan beroperasi sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026.
Pembangunan fisik dan penyediaan sarana pendukung ini difokuskan agar anak-anak dari keluarga rentan dapat menikmati proses belajar mengajar di fasilitas yang setara dengan sekolah unggulan tanpa dipungut biaya.
Mekanisme Penyaluran Berbasis Data DTSEN
Guna menghindari potensi penyaluran yang tidak tepat sasaran, pemerintah menerapkan mekanisme validasi ketat berbasis data terpadu nasional.
“Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegas Devi Deliani.
Penggunaan data DTSEN memastikan bahwa intervensi bantuan sosial pendidikan ini benar-benar menyasar anak-anak dari lapisan masyarakat yang paling rentan secara sosial dan ekonomi.
Sinergi Tiga Pilar Akses Pendidikan Setara
Keberhasilan ekspansi program pendidikan gratis ini ditopang oleh tiga pilar utama:
- Perluasan Jangkauan Wilayah: Membuka daya tampung baru di area yang sebelumnya minim akses.
- Akurasi Data Target: Mengunci identitas penerima manfaat secara presisi melalui integrasi sistem DTSEN.
- Penyediaan Infrastruktur Memadai: Mempercepat ketersediaan fasilitas fisik permanen agar hak belajar anak segera terpenuhi.
Melalui sinergi ketiga pilar tersebut, pemerintah optimistis dapat menciptakan kesetaraan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply