
OMI Kemenag 2026 tingkat Provinsi digelar 5-6 Oktober. Simak kisi-kisi, mekanisme tes, jumlah soal, dan jadwal lengkapnya.
JAKARTA, KalderaNews.com– Peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 yang lolos seleksi tingkat Kabupaten/Kota perlu mempersiapkan diri untuk mengikuti tahap Provinsi.
Selain mengetahui jadwal, peserta juga perlu memahami mekanisme pelaksanaan serta kisi-kisi materi yang akan diujikan.
Seleksi OMI 2026 tingkat Kabupaten/Kota telah dilaksanakan dan hasilnya diumumkan pada 12 September 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi.
OMI Kemenag 2026 tingkat Provinsi dijadwalkan berlangsung pada 5-6 Oktober 2026. Sebelum pelaksanaan utama, peserta akan mengikuti uji coba yang dijadwalkan pada 1-2 Oktober 2026.
BACA JUGA:
- Kapan Hasil OMI Kemenag 2026 Tingkat Kabupaten/Kota Diumumkan?
- Link Pengumuman OMI Kemenag 2026 Bidang Riset, 30 Proposal Terbaik Lolos
- Link Pengumuman Hasil OMI Kemenag 2026 Kabupaten/Kota dan Cara Ceknya
Selanjutnya, hasil seleksi tingkat Provinsi akan diumumkan pada 10 Oktober 2026. Peserta yang lolos berhak melanjutkan kompetisi ke tingkat Nasional yang pelaksanaannya akan berlangsung di lokasi yang ditentukan oleh Komite Nasional.
Lantas, seperti apa mekanisme dan kisi-kisi OMI Kemenag 2026 tingkat Provinsi? Berikut informasi selengkapnya berdasarkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026.
Mekanisme OMI Kemenag 2026 Tingkat Provinsi
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI telah menerbitkan petunjuk teknis pelaksanaan OMI 2026. Dalam juknis tersebut dijelaskan sejumlah ketentuan mengenai pelaksanaan kompetisi di tingkat Provinsi.
OMI tingkat Provinsi diikuti oleh tiga siswa terbaik dari hasil seleksi Kabupaten/Kota untuk setiap bidang studi. Pelaksanaan kompetisi dilakukan secara serentak dengan sistem berbasis komputer atau online di lokasi yang telah ditentukan oleh Komite OMI Provinsi.
Berikut mekanisme OMI Kemenag 2026 tingkat Provinsi:
- Peserta mengerjakan 20 soal pilihan ganda dan 5 soal pilihan ganda kompleks.
- Soal disusun oleh Komite Ahli OMI Nasional.
- Sarana pelaksanaan disiapkan oleh Komite Satuan Pendidikan, Komite Kabupaten/Kota, atau Komite Provinsi.
- Proses penilaian dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional.
Selain ketentuan tersebut, pelaksanaan OMI tingkat Provinsi juga mengikuti beberapa aturan berikut:
- Setiap bidang studi diikuti tiga siswa terbaik hasil seleksi tingkat Kabupaten/Kota.
- Tes dilaksanakan secara serentak menggunakan komputer secara online di lokasi yang ditetapkan Komite OMI Provinsi.
- Penilaian dilakukan oleh tim juri yang ditetapkan Komite OMI Nasional berdasarkan hasil tes.
- Peserta dapat dinyatakan gugur apabila terbukti melanggar tata tertib atau tidak menjaga integritas selama kompetisi.
- Hasil seleksi akan dipublikasikan melalui portal resmi OMI.
- Biaya pelaksanaan dapat berasal dari DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, DIPA Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, anggaran BOS, maupun sumber pendanaan lain yang sah.
Kisi-Kisi OMI Kemenag 2026 Tingkat Provinsi
Pada tahap Provinsi, peserta akan mengerjakan 25 soal yang terdiri atas 20 soal pilihan ganda dan 5 soal pilihan ganda kompleks. Materi disesuaikan dengan bidang studi dan jenjang pendidikan masing-masing peserta.
Berdasarkan juknis OMI 2026, kompetisi bidang sains tidak hanya menguji pemahaman terhadap ilmu pengetahuan. Materi juga dirancang untuk menghubungkan sains dan teknologi dengan nilai-nilai Islam serta budaya lokal.
Berikut gambaran kisi-kisi OMI Kemenag 2026 bidang sains tingkat Provinsi:
1. Integrasi Nilai Keislaman
Materi dapat memuat nilai-nilai Islam yang berkaitan dengan prinsip ilmiah. Pembahasan tersebut antara lain mencakup keajaiban dalam perspektif Islam, kontribusi ilmuwan Muslim terhadap perkembangan sains, serta penerapan ilmu pengetahuan yang memperhatikan nilai moral dan spiritual.
2. Integrasi Teknologi
Peserta akan dihadapkan pada konsep sains yang berkaitan dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi. Materi dapat dikaitkan dengan penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan penelitian, hingga pengembangan inovasi.
3. Integrasi Budaya Lokal
Soal juga dapat menggunakan fenomena atau permasalahan sains yang berkaitan dengan kearifan lokal Indonesia. Konteksnya dapat berupa pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan teknologi tradisional dengan pendekatan modern, maupun upaya konservasi lingkungan yang berlandaskan budaya setempat.
4. Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta
OMI juga diarahkan untuk mendukung penerapan kurikulum berbasis cinta di madrasah. Konsep tersebut mencakup penguatan karakter, pembelajaran berbasis nilai, kepedulian terhadap lingkungan, pembelajaran kolaboratif, kegiatan pendidikan, keterlibatan keluarga dan komunitas, serta pengembangan kemampuan refleksi diri dan keterampilan sosial.
Materi diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian peserta terhadap ilmu pengetahuan, lingkungan, agama, kesehatan, sesama makhluk hidup, serta perkembangan inovasi sains dan teknologi.
5. Kemampuan Berpikir Kritis dan Analitis
Soal OMI dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis informasi. Peserta dapat dihadapkan pada data, hasil eksperimen, maupun permasalahan kompleks yang membutuhkan proses pemecahan masalah.
Dengan demikian, peserta tidak hanya dituntut menguasai hafalan konsep, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, analitis, dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan.
6. Soal Berbasis Konteks dan Aplikatif
Materi OMI juga menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta perkembangan isu global. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain perubahan iklim, perkembangan teknologi digital, kesehatan masyarakat, dan berbagai persoalan lingkungan.
Pendekatan tersebut bertujuan menghubungkan konsep sains dengan permasalahan nyata sehingga peserta dapat menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta yang berhasil lolos ke tingkat Provinsi dapat menggunakan kisi-kisi dan mekanisme tersebut sebagai gambaran dalam mempersiapkan diri sebelum mengikuti kompetisi. Informasi dan pengumuman terkait OMI 2026 dapat dipantau melalui portal resmi OMI Kementerian Agama.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply