
Mendiktisaintek Brian Yuliarto sentil hasil riset kampus yang tumpuk di rak. Ia dorong peneliti dan industri lakukan hilirisasi!
JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti fenomena riset perguruan tinggi di Indonesia yang kerap berhenti sebatas laporan atau jurnal ilmiah semata.
Ia meminta perguruan tinggi dan para akademisi untuk berani mentransformasikan inovasi laboratorium menjadi produk nyata yang bernilai ekonomi serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Plt. Direktur Komersialisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Adhi Indra Hermanu, yang mewakili Mendiktisaintek dalam pembukaan UI Innovation Festival (UIIF) 2026 di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.
BACA JUGA:
- Dosen Tidak Lagi Diwajibkan Publikasi di Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai untuk Angka Kredit?
- Duduk Perkara Dugaan Skandal Jurnal Predator UAJY dan Bantahan Yayasan
- Heboh Jurnal UI Diplagiat oleh Mahasiswa UIN Makassar dan Libatkan 2 Nama Guru Besar
“Inovasi tidak boleh hanya hidup di laboratorium dan jurnal ilmiah. Jadi harus hadir di tengah masyarakat: dikenal, dirasakan, dan memberi manfaat,” tegas Brian dalam sambutan tertulisnya.
Mendorong Peneliti Keluar dari “Zona Nyaman” Riset
Indonesia sejatinya memiliki banyak peneliti hebat dengan publikasi riset bermutu tinggi. Namun, sangat disayangkan banyak hasil inovasi yang kandas di tengah jalan—terjebak dalam apa yang dikenal sebagai jurang lembah kematian (valley of death) sebelum sempat dikomersialisasi.
Mendiktisaintek secara khusus mengajak seluruh sivitas akademika untuk bergerak dari sekadar riset dasar (basic research) menuju riset berdampak (impactful research).
“Kepada para peneliti dan perguruan tinggi, silakan keluar dari zona nyaman penelitian. Jangan takut membawa hasil riset ke luar laboratorium, dengarkan masalah industri dan masyarakat,” imbau Brian.
Ekosistem Terintegrasi: Kolaborasi Industri, Investor, dan Mahasiswa
Proses hilirisasi tidak bisa dibebankan kepada peneliti seorang diri, melainkan membutuhkan ekosistem yang terintegrasi secara berkelanjutan dari tahap prototipe, produk siap pakai, hingga penembusan pasar.
Untuk mewujudkan ekosistem inovasi nasional yang solid, Mendiktisaintek menitipkan beberapa poin penting kepada seluruh pemangku kepentingan:
- Mitra Industri: Diimbau untuk aktif mendatangi kampus, menyampaikan persoalan riil di lapangan, dan berkolaborasi mencari solusi teknologi.
- Investor: Didorong untuk melihat potensi riset perguruan tinggi sebagai rekan bertumbuh jangka panjang, bukan hanya sekadar pembeli lisensi.
- Mahasiswa & Perintis Startup: Diingatkan agar berani mencoba dan tidak takut gagal dalam menciptakan solusi bagi masalah di sekitar.
“Jadilah bukan hanya pengguna, tetapi juga pencipta teknologi,” pungkas Brian.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply