Miris! Siswa SD di Pemalang Meninggal Usai Diduga Di-bully Kakak Kelas

Jenasah, Kematian, Bunuh Diri, Mati, Pembunuhan
Jenasah (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Aqib, siswa kelas 2 SD di Pemalang, meninggal setelah sempat dirawat dan mengalami memar serta kesulitan berjalan. Ini kronologinya.

Video mobil MBG masuk lapangan saat upacara di Aceh viral di media sosial. Driver SPPG kemudian memberikan klarifikasi.

PEMALANG, KalderaNews.com – Seorang siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, bernama Aqib (7), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan atau bullying oleh kakak kelasnya.

Sebelum meninggal, Aqib sempat menjalani perawatan di RSUD Dr Azhari Pemalang selama sembilan hari. Kondisinya disebut mengalami perubahan, dari yang sebelumnya ceria menjadi lebih pendiam dan mengalami kesulitan berjalan.

Ibu Aqib, Diah Indriyanti (36), mengatakan putranya mulai menjalani perawatan di rumah sakit pada Kamis (17/9). Setelah sembilan hari menjalani perawatan, Aqib diperbolehkan pulang.

BACA JUGA:

Namun, kondisi Aqib kembali memburuk setelah berada di rumah selama tiga hari. Pada Rabu (30/9) sore, keluarga berencana membawanya kembali ke rumah sakit. Dalam perjalanan, Aqib meninggal dunia.

“Kamis tanggal 17 kemarin, selama 9 hari dirawat di rumah sakit. Pulang dari rumah sakit 3 hari, kemudian kemarin berniat dibawa ke rumah sakit kembali, tapi seperti itu (meninggal),” ujar Diah saat ditemui di rumah duka, Kamis (1/10/2026).

Kondisi Aqib Berubah Setelah Diduga Mengalami Perundungan

Diah mengaku melihat perubahan pada putranya sebelum meninggal. Menurut dia, Aqib yang sebelumnya dikenal sebagai anak ceria menjadi lebih banyak diam.

Selain perubahan perilaku, pola makan dan aktivitas sehari-hari Aqib juga disebut tidak seperti biasanya. Diah mengatakan putranya baru menceritakan secara lebih lengkap mengenai dugaan perundungan yang dialaminya setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter.

“Cuma saya merasa udah beda dari pola makan sama pola setiap hari. Anak itu biasanya ceria tapi berubah, pendiam,” tutur Diah.

“Dia baru bercerita itu setelah diperiksa sama dokter, baru dia cerita,” lanjutnya.

Diah juga menyebut terdapat sejumlah memar pada tubuh Aqib, terutama di bagian perut dan kaki.

“Memar di perut dan kaki, warna biru-biru lebam,” ungkapnya.

Setelah pulang dari rumah sakit, kondisi Aqib belum sepenuhnya membaik. Selama berada di rumah, ia masih mengeluhkan rasa sakit, terutama pada bagian perut.

“Tiga hari di rumah, anak merasakan sakit-sakit, mengeluhkan perut sakit,” katanya.

Kondisi tersebut juga membuat Aqib mengalami kesulitan berjalan. Bahkan, menurut Diah, putranya mengeluh sakit ketika tubuhnya diangkat.

Kondisi Memburuk, Aqib Meninggal Saat Hendak Dibawa ke Rumah Sakit

Setelah tiga hari berada di rumah, kondisi Aqib disebut semakin memburuk. Keluarga kemudian berencana kembali membawanya untuk mendapatkan pemeriksaan medis pada Rabu (30/9). Namun, Aqib meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Diah mengaku terpukul dengan kepergian putranya yang dinilai terjadi secara mendadak. Ia berharap kejadian serupa tidak dialami anak-anak lainnya.

“Harapan kami selaku orang tua udah cukup Aqib saja. Yang lain jangan. Mungkin saya ikhlas enggak ikhlas, karena (anak) enggak sakit nggih. Jadi kan saya merasa… Kok enggak sakit, kok tiba-tiba kayak gitu,” ungkap Diah.

Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M Wildan Umar mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan mengenai dugaan kekerasan yang dialami Aqib.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Jenazah Aqib juga menjalani autopsi di RSUD M Azhari Pemalang.

“Ya, kami Sat Reskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan,” kata Wildan.

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan medis nantinya akan menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi yang dialami Aqib sebelum meninggal serta memastikan penyebab kematiannya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


18 views