Siswi kelas 3 SD di Padang meninggal dunia usai diduga mengalami perundungan berulang oleh temannya. Keluarga menuntut keadilan.
PADANG, KalderaNews.com – Tragedi duka menyelimuti dunia pendidikan di Kota Padang, Sumatra Barat. Seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, berinisial NH (10), meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026).
BACA JUGA:
- Diduga Kerap Jadi Korban Bullying, Siswa di Padang Nekat Bawa Bom Rakitan
- Viral Bullying Siswi SMP Negeri di Palembang, Ibu Korban Minta Keadilan
- Viral Kasus Bullying Banjarbaru, Anaknya Jadi Korban, Ayah Dipolisikan
Di balik kepergiannya yang mendadak, pihak keluarga menyimpan kepedihan mendalam lantaran menduga korban tewas akibat perundungan (bullying) yang dialaminya di lingkungan sekolah.
Kronologi Penurunan Kesehatan Korban
Peristiwa ini bermula ketika NH pulang ke rumah dengan kondisi murung dan tampak ketakutan pada Kamis sore. Ayah korban, Wahid Al Amin, mengungkapkan bahwa putrinya sempat mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian pinggang keesokan harinya hingga tidak dapat masuk sekolah.
“Malam harinya anak kami semakin parah. Pada hari Rabu, demamnya semakin tinggi dan sakit di bagian pinggang bertambah berat hingga sulit digerakkan,” ujar Wahid.
Ketika akhirnya berhasil dibawa mendapatkan penanganan medis, pihak rumah sakit menyatakan tidak menemukan luka luar pada tubuh korban.
Kendati demikian, hasil pemeriksaan mendalam menunjukkan adanya cedera bagian dalam berupa pergeseran tulang pada area pinggang.
Pihak keluarga menduga kuat cedera tersebut diakibatkan oleh benturan keras, seperti didorong oleh temannya hingga membentur lantai atau beton di sekolah.
Dugaan Perundungan Berulang Sejak Kelas 1
Kasus ini semakin mencuat setelah pihak keluarga membeberkan bahwa dugaan tindakan perundungan terhadap NH bukanlah yang pertama kalinya terjadi.
Menurut pengakuan Wahid, putrinya telah beberapa kali menerima tindakan serupa sejak duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 3 SD oleh pelaku yang sama.
Keluarga menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilai lamban merespons laporan dan keberatan yang telah disampaikan jauh hari sebelum peristiwa tragis ini terjadi.
Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku masih menunggu penjelasan serta pertanggungjawaban resmi dari pihak sekolah.
Respons Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, menyatakan bahwa pihaknya belum memperoleh kronologi pasti terkait dugaan perundungan yang dilaporkan keluarga. Berdasarkan konfirmasi awal, pihak sekolah sebelumnya menyebutkan bahwa korban tidak mengalami tindakan bullying.
Kendati demikian, kasus ini telah menarik perhatian publik secara luas. Berbagai pihak mendesak adanya investigasi mendalam dan transparan agar kejelasan mengenai penyebab meninggalnya korban dapat segera terungkap serta memberikan rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply