Siaga Satu! Mahasiswa Bergerak, Gerakan Kecoak Gelar Aksi Demo Besar

Demonstrasi di India
Demonstrasi di India (Reuters)
Sharing for Empowerment

New Delhi dalam siaga keamanan ketat jelang aksi Gerakan Kecoak yang menuntut Ketua KPU India mundur. Simak pemicunya!

NEW DELHI, KalderaNews.com – Kepolisian New Delhi, India, memperketat pengamanan di pusat ibu kota serta membatasi arus lalu lintas guna mengantisipasi unjuk rasa skala besar oleh gerakan politik bertajuk “Cockroach Movement” (Gerakan Kecoak).

Aksi pemuda yang dimotori oleh Cockroach Janta Party (CJP), aliansi oposisi, dan organisasi mahasiswa sayap kiri ini menuntut pengunduran diri Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) India, Gyanesh Kumar.

Aksi unjuk rasa tersebut juga dipicu oleh penahanan dua pemimpin CJP selama lima hari akibat pelanggaran pembatasan area demonstrasi sebelumnya.

BACA JUGA:

Pemicu Kontroversi: Penghapusan 130 Juta Pemilih

Gelombang protes yang berlangsung marak sepanjang Oktober 2026 ini dipicu oleh kebijakan KPU India yang menghapus lebih dari 130 juta nama dari daftar pemilih selama proses revisi data.

Para pengunjuk rasa menuding pembaruan daftar pemilih tersebut dilakukan secara tidak adil untuk menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Tuduhan ini makin memanas setelah laporan media lokal The Indian Express mengungkap adanya kekhawatiran internal dari dua wakil KPU terkait transparansi prosedur pendaftaran dan keandalan sistem digital yang digunakan.

  • Tanggapan KPU India: Mengonfirmasi bahwa warga yang terhapus secara keliru dapat melakukan pendaftaran ulang serta menampik tuduhan keberpihakan politik.
  • Pernyataan Partai BJP: Menuding kelompok oposisi sengaja merusak reputasi dan kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi yang sah.

Penutupan Akses Publik dan Pengetatan Keamanan

Pengunjuk rasa menargetkan kawasan Central Park di Connaught Place—pusat perbelanjaan dan bisnis utama di New Delhi—sebagai titik kumpul pengibaran bendera nasional.

Namun, otoritas kota mengambil tindakan preventif dengan menutup taman tersebut selama dua hari atas alasan administratif.

Pihak Kepolisian Delhi melarang kerumunan massa dalam skala besar dan mengimbau masyarakat untuk tidak bergabung dalam aksi tersebut.

Di saat yang sama, asosiasi pedagang setempat telah mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung guna membatasi demonstrasi demi mencegah potensi kerugian ekonomi.

Dampak Politik Gerakan Kecoak di India

Gerakan Kecoak yang dipimpin oleh tokoh muda Abhijeet Dipke ini berkembang menjadi salah satu tekanan politik paling signifikan terhadap 12 tahun masa pemerintahan PM Narendra Modi.

Sebelumnya, gerakan ini berhasil mendesak pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan akibat skandal kebocoran soal ujian nasional, sehingga menjadikannya poros kekuatan baru dalam dinamika politik India.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


47 views